Manusia jika sudah asyik mengobrol bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa kenal siang dan malam. Begitu pula dengan Damarteja. Dia bincang ria dengan ketiga anak buahnya dari malam hingga dini hari.“Paduka, sebaiknya Anda istirahat di barak saja,” ujar Warman, dalam keadaan setengah sadar.Mereka berempat, selain Endra, melewati malam tidak hanya dengan mengobrol tentang masalah rumah tangga Pangeran Adipati, tetapi juga menikmati arak kelapa. Tak banyak mereka minum, hanya lima kendi masing-masing orang.“Warman benar, Paduka. Sebaiknya Anda kembali setelah sadar saja. Di sini lebih aman.” Endra merah lengan Damarteja dan memapahnya.“Ergh!” Damarteja menepis tangan Endra. “Kalau kamu tidak mau mengantarku, bilang saja! Aku bisa pulang sendiri, kok!”Endra menggeleng pelan.Bukan ajudan itu tidak mau mengantar sang majikan pulang. Ia hanya takut saat sampai di Puri Kacayagra, tuannya akan b
Last Updated : 2025-12-29 Read more