Velian menatap ketegangan yang menggantung di antara Rhys dan Dylen. Sulit baginya menebak apakah hubungan mereka dekat atau justru saling berjaga hanya dari satu kejadian itu.“Dylen, kami pergi dulu,” ucap Velian akhirnya.Ia menggandeng lengan Rhys, menariknya perlahan. Dylen mengangguk singkat, dan Rhys—tanpa protes—mengikuti langkah Velian meninggalkan tempat itu.Velian melangkah hati-hati, waspada agar tak kembali tersandung akar-akar pohon yang menjalar di tanah. Rhys menyesuaikan langkahnya, tak keberatan menjaga—bahkan diam-diam merasa senang melakukannya.“Aku senang kamu datang,” ujar Velian pelan, sejenak menahan jeda sebelum menambahkan dengan nada ringan, “meskipun sedikit terlambat.”Di akhir kalimatnya, ia nyengir kecil.“Maafkan saya,” ucap Rhys lirih, rasa bersalah jelas tersirat.Velian menoleh padanya dan menggeleng pelan. “Kamu tidak bersalah,” katanya tenang. “Jadi jangan minta maaf.”“Di rumah sudah ada makanan, kan?” tanya Velian sambil mengusap hidung
최신 업데이트 : 2025-12-31 더 보기