Beranda / Romansa / Alur Baru Sang Selir Ketiga / Chapter 31: Detak yang Menyimpang

Share

Chapter 31: Detak yang Menyimpang

Penulis: KIKHAN
last update Tanggal publikasi: 2025-12-16 15:58:11

Ia tahu jawabannya. TANAH ITU TIDAK DIJUAL. Dan justru karena itulah kejengkelannya terasa semakin nyata.

Keluarga Istana, termasuk Putra Mahkota adalah penyedia lahan dan modal terbesar. Morwenia Group sebagai pengembang utama, teknologi, manajemen, dan branding. Mereka—keluarga Istana meminta kolaborasi karena ingin mendapatkan pengaruh politik Rhys. Mereka ingin namanya tertanam di fondasi bangunan dan memastikan fondasi itu tidak berubah menjadi singgasana baru.

Rhys sudah tahu sejak awal
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 137: Harapan Semua Orang

    Dylen memandang Velian yang masih diliputi kecemasan.“Kontrol suasana hatimu.” Tangannya menepuk pelan bahu Velian. “Kau dan Alverine terhubung. Kalau kau tidak tenang, Alverine juga akan merasakan hal yang sama.”Velian terdiam. Napasnya perlahan ia atur, berusaha menekan kegelisahan yang sejak tadi memenuhi dadanya.Dylen menatapnya dengan tenang. “Kita sudah menduga hal ini akan datang.” Ia menghela napas pelan. “Rhys meminta Eira kembali untuk menjelaskan semuanya kepadanya. Jadi, kita penuhi permintaannya.”Velian menundukkan kepala. Untuk sesaat, ia memejamkan mata, mencoba mengendalikan pikirannya sendiri.Benar. Mereka memang sudah tahu hari ini akan tiba. Hanya saja, tidak ada yang benar-benar siap ketika hari itu akhirnya datang.Dylen masih memegang buku tanpa judul itu. Ia membolak-balik beberapa halaman sebelum akhirnya berhenti.“Aku tidak bisa terus berada di sini. Aku harus menemui Pangeran Lucien. Dia mungkin lebih tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya.”Dylen

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 136: Rhys Kehilangan Kepercayaan

    Raven, Leona, dan Alverine masih belum memahami alasan Garrick mengutus beberapa pengawal untuk menutup jalan keluar dari ruang makan setelah Dylen membawa Eira pergi.“Pasti mereka menyembunyikan sesuatu,” gumam Leona dari tempat duduknya.Sebagai seseorang yang mudah curiga, perubahan sikap mereka tentu saja membuat pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan.“Sebaiknya jangan berspekulasi sebelum ada penjelasan,” timpal Raven dengan tenang.“Kenapa Papa belum ke sini?” Alverine tidak merengek. Ia hanya kebingungan di sela-sela sarapannya ketika melihat lima pengawal berdiri tegak di pintu masuk ruang makan. Ia menoleh kepada Raven. “Apa jangan-jangan ada perang di luar sana, Dame?”Pikiran buruk yang sama seperti Leona rupanya mulai memenuhi kepala anak kecil itu.Raven menggeleng pelan. “Tidak ada perang. Tunggu Papa saja, ya.”Namun, Leona tetap tidak mampu menghentikan pikirannya sendiri. Ia tidak bermaksud berpikir buruk. Hanya saja, berbagai kemungkinan terus bermunculan tanpa b

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 135: Keputusan Rhys

    "Kau berhak marah, Rhys. Mereka menyembunyikan sesuatu darimu. Aku juga. Apa yang kau rasakan terhadapku tidak pernah menjadi kebohongan hanya karena Velian berada di dalam tubuhku. Aku tetap Eira. Dan dia tetap Velian. Kami hanya terjebak dalam satu tubuh.”Mereka menyembunyikannya bukan karena ingin mengkhianati Rhys, tetapi karena mereka takut apa yang akan terjadi jika Rhys mengetahui semuanya sebelum mereka menemukan cara mengembalikan Velian.Eira meminta Rhys tidak mengambil keputusan dalam keadaan marah. "Kalau kau ingin membenciku setelah semuanya selesai, aku tidak akan menghentikanmu. Tapi jangan hukum mereka sebelum kau mendengar seluruh kebenarannya.”Rhys tidak langsung percaya. Karena setelah mengetahui bahwa “Eira yang selama ini bersamanya ternyata juga ditempati Velian”, pertanyaan terbesar Rhys justru, “Kalau begitu ... selama aku mencintaimu, siapa yang sedang mencintaiku?”Eira menjawab dari dalam cermin, “Aku.”Rhys menundukkan kepala. “Sejak kapan...?” Suaranya

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 134: Jangan Lukai Mereka

    Dylen langsung menyambar tangan Velian dan menariknya bangkit dari kursi. Ia membawanya menjauh dari meja makan tanpa memberi kesempatan untuk bertanya.Keterkejutan, kekhawatiran, dan kepanikan orang-orang di sekitarnya sama sekali tidak dihiraukannya. Yang ada di pikirannya hanya satu: mereka harus pergi sebelum terlambat.“Dylen, tunggu!” seru seseorang.Namun Dylen terus menarik Velian.Bahkan ketika Garrick segera mencekal lengannya, berusaha menghentikannya sebelum ia membawa Velian pergi, Dylen akhirnya berterus terang. “Pamanku akan membuka segel buku itu.”Garrick mengerutkan kening. Dylen menatapnya dengan wajah tegang. “Dan Rhys akan menemukannya.”Velian yang sejak tadi hanya mengikuti tarikan Dylen tiba-tiba membeku. Matanya melotot lebar. Napasnya tercekat. “R-Rhys?!”Di tengah pelarian mereka, Velian berteriak dengan napas tersengal. “Rhys ke kamar Eira! Gimana dong?!”“Lari saja!”Dylen mempercepat langkahnya. Namun, berlari mengenakan gaun jelas bukan perkara mudah. V

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 133: Energi Dytheron

    Dytheron menghadap Dylen. Tatapannya tenang, tetapi ada ketegasan yang tidak memberi ruang untuk dibantah.“Temui Velian.”Dylen menatapnya, menunggu kelanjutan perkataan sang penyihir tua.“Katakan kepadanya, sebelum takdirnya berakhir di sini, dia harus kembali ke dunianya.”Dylen terdiam.“Velian tidak seharusnya berada di Morwenia,” lanjut Dytheron. “Apa pun alasan yang membawanya kemari, tempat ini bukan miliknya.”Tatapan Dytheron mengeras. “Kehidupan Eira adalah milik Eira. Begitu pula kehidupan Velian adalah milik Velian.”Ia menarik napas pelan sebelum menambahkan, “Tidak seorang pun seharusnya hidup menggantikan kehidupan orang lain.”Dylen bergegas menuju kediaman Rhys di Morwenia menggunakan mobil. Kendaraan itu melaju secepat kilat, membelah jalan tanpa memberi banyak waktu untuk berhenti. Ia mengejar waktu—sebelum perkiraan Dytheron berubah menjadi kenyataan.Rhys akan mengetahui rahasia ini. Tak seorang pun bisa mencegahnya jika dia menganggapnya sebagai pengkhianatan.

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 132: Yang Menulis Sang Penulis

    “Lalu mengapa jantung Eira terhubung dengan Kristal Marindor?” Kali ini Dylen benar-benar berharap mendapatkan jawaban.Dytheron tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertuju pada Kristal Marindor yang bercahaya terang di hadapan mereka.“Eira hanya pion.”Dylen mengerutkan kening.“Pion untuk apa?”“Untuk membangkitkan inti magis emas Alverine.”Dylen terdiam. “Bagaimana mungkin?”“Karena inti magis emas tidak bisa bangkit hanya karena pemiliknya dilahirkan dengan kekuatan tersebut.” Dytheron akhirnya menoleh kepadanya. “Ia membutuhkan pemicu yang mampu menghubungkan kekuatan itu dengan sumber kehidupan Morwenia.”“Kristal Marindor?”Dytheron mengangguk. “Dan jantung Eira menjadi penghubungnya.”Dylen mulai memahami, tetapi semakin ia memahami, semakin tidak masuk akal semuanya terdengar.“Jadi sejak awal ... Eira memang diperlukan?”“Ya.”“Untuk menyelamatkan Morwenia?”Tatapan Dytheron menjadi berat. “Bukan. Eira diperlukan agar kekuatan Alverine dapat bangkit. Selama jantung E

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 4 : Eira yang Lain

    Ketika Rhys sudah berdiri di hadapannya, Velian justru bergeser menutupi sebagian tubuh Garrick dengan tubuhnya sendiri. Garrick mengerutkan dahi, tak mengerti dengan sikap aneh itu.Jika ada yang paling mengenal Rhys, maka itu adalah Velian—karena dialah pencipta tokoh pria ini dalam dunia asliny

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 3: Lepas Kendali

    Pundak Rhys tak setegang biasanya, seolah bersiap mendengar permintaan Eira. “Jika ingin bepergian, bawa saya atau Garrick untuk menemani.” Velian hampir mendengus. Bukankah sama saja? Rhys dan Garrick bagai pinang dibelah dua. “Kalau sendiri, tidak boleh?” tanyanya hati-hati. “Jika kamu ping

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 2: Masuk ke Tubuh Selir Ketiga

    “Nona Eira.” Mata masih terpejam, Velian merasa seperti ada yang memanggil. “Nona Eira.” Suara itu terdengar lagi. Velian sudah terbiasa mimpi tokoh-tokoh dari novelnya. Biasanya pertanda sudah siang, seakan-akan mereka membangunkannya. Dengan malas, ia membuka mata. Seketika terkejut, buru

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 1: Kerajaan Morwenia

    Sebuah negeri di ujung peta dunia berdiri dengan megah: Morwenia. Rakyatnya hidup tenteram di bawah naungan istana, tunduk sepenuhnya pada aturan kerajaan. Negeri itu dipimpin oleh Raja Aethelred IV dan Ratu Isolde VI, pasangan penguasa yang dikenal bijaksana sekaligus berwibawa. Di tangan mereka,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status