Tanpa membuang waktu, Sean pun mengangkat tubuh Elyssa ke gendongan dan membawanya ke kamarnya. Ia merebahkan tubuh wanita itu dengan sangat hati-hati di ranjang.Di sana, Elyssa yang masih dipengaruhi alkohol seolah telah berubah kepribadian. “Ayo, Mas. Kamu tunggu apa lagi?” katanya dengan tatapan sayu.Sean berpikir sejenak, matanya memicing, mengamati Elyssa yang seperti orang kehausan akan sentuhan, seperti kelaparan yang lama tak terpuaskan.Seketika terlintas satu pikiran di kepalanya. Melihat bagaimana sikap Elyssa saat ini, kemungkinan besar wanita itu telah lama tidak disentuh. Wanita yang berhasrat tinggi pun rasanya tidak akan sampai seperti ini.Namun, Sean tidak peduli lagi. Senyuman itu kembali muncul di wajahnya. Tanpa pikir panjang, ia langsung mendekati Elyssa.Malam itu terasa seperti mimpi, tapi Elyssa tahu ini nyata.Tubuh Sean menindihnya perlahan, penuh kendali, tak pernah kasar. Napas hangatnya menyapu leher Elyssa, ciuman kecil turun bagai hujan halus, lidahn
Last Updated : 2025-10-10 Read more