Accueil / Romansa / Sentuhan Panas Sahabat Suamiku / Bab 378. Bunga Misterius

Share

Bab 378. Bunga Misterius

Auteur: Kak Gojo
last update Dernière mise à jour: 2026-01-26 12:23:59

Begitu mobil Bentley hitam milik Sean berhenti tepat di depan lobi kantor, satpam langsung sigap membukakan pintu.

Kabar bahwa sang CEO telah pulih dan menikah sudah tersebar luas, namun melihat Sean datang menggandeng Elyssa secara langsung tetap saja membuat suasana kantor mendadak heboh.

Sean berjalan dengan langkah tegap, satu tangannya menggenggam erat jemari Elyssa. Di sisi lain, Elyssa yang hanya mengenakan dress simpel namun elegan, tampak begitu anggun dengan rambut yang dibiarkan ter
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Emak Chua Aya
bru juga romantis"an ada aja kyky mslh baru
goodnovel comment avatar
semi ati
siapa lagi sih yang mau mengganggu Elysa
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 13. Mulai Berfantasi

    Malam semakin larut, sudah saatnya Siren mengerjakan tugas dari Kenzi. Ia menoleh ke samping, dilihatnya Bi Sumi sudah benar-benar terlelap dengan napas yang terdengar berat dan teratur.Dengan gerakan pelan, Siren pun beranjak dari kasur dan duduk di kursi kayu depan meja belajar kecil di sudut ruangan.Ia menyalakan lampu belajar yang memancarkan sinar redup kekuningan. Siren lalu memasang headset ke telinganya agar suara film nanti tidak mengusik tidur neneknya, kemudian ia menyalakan ponsel pemberian Kenzi.Begitu video pertama diputar, Siren tertegun. Awalnya semua tampak normal, seperti film romantis biasa; sepasang kekasih sedang bercanda mesra di sebuah apartemen mewah. Namun, baru berjalan dua menit, adegan itu berubah drastis. Sentuhan dan ciuman di layar ponsel mulai terasa terlalu kasar dan sangat intim.Siren terbelalak. Wajahnya seketika terasa terbakar. "Ini bukan film romantis..." bisiknya dengan suara tercekat.Saat adegan di video itu melangkah semakin jauh ke arah y

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 12. Melapor ke Sean

    Sore itu, udara terasa gerah saat Siren baru saja menginjakkan kaki di rumah setelah pulang sekolah.Tanpa membuang waktu, ia bergegas mengganti seragamnya dengan pakaian rumahan yang lebih santai, lalu menghampiri Bi Sumi yang tampak sibuk menyiram deretan tanaman di halaman samping."Biar aku saja, Nek," ujar Siren lembut sambil mengambil alih selang air tersebut.Bi Sumi mengangguk, memberikan senyum tipis sebelum berjalan masuk untuk mengerjakan tugas rumah yang lain.Belum lama Siren menyiram tanaman, mobil Sean terlihat memasuki halaman rumah.Jantung Siren seketika berdegup kencang. Ia berpikir bahwa inilah saat yang tepat untuk ngomong.Meski ancaman Kenzi terus membayangi pikirannya, Siren merasa tidak sanggup lagi memikul rahasia itu sendirian.Baginya, Sean dan Elyssa wajib tahu apa yang sebenarnya terjadi pada putri mereka, apa pun risikonya nanti.Siren pun mematikan air dan menyusul masuk ke dalam rumah.Ternyata Sean hanya mampir sebentar untuk mengambil dokumen yang te

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 11. Ada yang Janggal

    Tak butuh waktu lama bagi Kenzi untuk menyempurnakan penampilannya.Begitu siap, ia bersama Siren langsung turun dan bergabung di meja makan.Sepanjang sarapan berlangsung, Siren yang duduk di ujung terus memperhatikan Elyssa dan Sean secara bergantian. Pikirannya berkecamuk.Setiap kali melihat wajah majikannya itu, Siren merasa beban rahasia di pundaknya makin berat. Tatapannya seolah-olah berteriak ingin membocorkan kelakuan Kenzi di club semalam.Kenzi, yang sedang memotong rotinya, menyadari tatapan gelisah Siren. Ia menangkap kegelisahan itu sebagai sebuah ancaman.Rasa panik mulai merayap di dada Kenzi. Ia takut jika Siren tiba-tiba kehilangan kontrol dan bicara jujur di depan orang tuanya.Kenzi akhirnya meletakkan garpunya dengan bunyi denting yang cukup keras dan buru-buru menyudahi sarapannya. "Ayo berangkat sekarang," ucapnya tiba-tiba.Elyssa menatap anak perempuannya dengan bingung. "Kok buru-buru, Zi? Masih ada waktu loh. Habiskan dulu sarapannya," tegur Elyssa lembut.

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 10. Hasutan Kenzi

    Pagi itu, Siren sudah sibuk di dapur membantu Bi Sumi menyiapkan sarapan. Walaupun begitu, matanya terus memperhatikan Sean yang sedang duduk di meja makan seraya perlahan menyesap kopi hitam miliknya.Tak lama kemudian, Elyssa pun muncul dengan pakaian ala wanita karir-nya, dan ikut bergabung di meja makan.Siren menghela napas panjang, tampak berpikir keras. ‘Aku harus melapor soal Non Kenzi. Mereka harus tau kalau tingkah anaknya sudah diluar batas. Tapi… aku ngomongnya gimana ya?’Setelah semua hidangan siap, Siren dan Bi Sumi mengantarkannya ke meja makan dengan gerakan cekatan."Siren, tolong panggilkan si kembar ya. Suruh turun sarapan," ujar Elyssa lembut tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya."Baik, Bu," jawab Siren sopan.Siren pun melangkah menaiki tangga menuju lantai dua. Jantungnya mulai berdegup tidak karuan saat kakinya sampai di depan pintu kamar Kenza.Kejadian semalam masih membekas jelas, membuatnya ragu untuk sekadar mengetuk pintu.Siren menarik napas panjan

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 9. Jaga Batasan Kamu!

    Siren segera berbalik dengan langkah serampangan. Ia tidak peduli lagi ke mana kakinya melangkah, yang penting ia harus menjauh dari pintu kamar itu. Bayangan adegan di ranjang tadi terus berputar di kepalanya, membuat perutnya mual.Saat tiba di ujung lorong menuju lift, Siren berhenti mendadak. Ia bingung. Kalau ia turun ke bawah, ia harus melewati ruangan privat tadi, tempat pria-pria mabuk itu masih berkumpul. Tapi kalau ia diam di sini, Bagas dan Kenzi bisa keluar kapan saja dan memergokinya menguping.Siren akhirnya memilih masuk ke tangga darurat.Di sana ia duduk di salah satu anak tangga, memeluk lututnya yang masih gemetar hebat.Ia sendirian, dalam kondisi tidak pegang uang, tidak tahu jalan pulang, dan ponselnya pun tidak bisa digunakan untuk memesan ojek online."Gimana ini..." bisiknya sambil menahan tangis.Sekitar tiga puluh menit kemudian, pintu tangga darurat terbuka. Siren tersentak dan langsung berdiri dengan wajah pucat pasi.Ternyata itu Kenzi. Gadis itu sudah me

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 8. Belum Dewasa

    Gugup, bingung, dan takut langsung menyerang Siren sekaligus. Jantungnya berdegup liar. Ia tidak kenal siapa-siapa di sini. Orang-orang di ruangan itu mulai menatapnya dengan tatapan lapar dan merendahkan, seolah dia hanyalah mangsa yang ditinggalkan pemiliknya."Eh, tamengnya si Kenzi ditinggal tuh," celetuk salah satu pria sambil mendekat ke arah Siren. "Mumpung majikan lo lagi sibuk di atas, gimana kalau kita main juga?"Siren gemetar hebat, ia ingin lari tapi kakinya terasa seperti terpaku di lantai.****Sementara itu, di lantai atas klub tersebut, suasana jauh lebih sunyi namun mencekam. Bagas menarik Kenzi masuk ke dalam sebuah kamar hotel yang masih satu manajemen dengan klub malam itu.Tanpa menutup rapat pintu, Bagas langsung menyudutkan Kenzi ke dinding.Tanpa basa-basi, ia kembali mencium bibir Kenzi dengan kasar. Tangan laki-laki itu mulai bergerak liar, menyusup di balik crop top ketat yang dikenakan Kenzi."Gas

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status