Anindya berdiri di ruang fitting gaun pengantin, dan kali ini, tidak ada bisik-bisik yang membuat bahunya mengeras. Tidak ada tatapan yang menimbang usianya, tubuhnya, atau masa lalunya. Yang ada hanya cahaya putih lembut, kain-kain yang digantung rapi, dan suasana tenang yang membuat napasnya kembali ke ritme normal.Ternyata, telepon tadi berasal dari wedding organizer. Mereka menemukan butik lain, lebih kecil, lebih privat, dan entah bagaimana terasa jauh lebih manusiawi.“Saya bantu pasang resletingnya, Nona,” ujar salah satu staf perempuan dengan senyum hangat.Anindya mengangguk. Gaun putih yang dipilihnya sederhana, dirancang untuk pesta outdoor. Potongannya bersih, jatuh mengikuti lekuk tubuh tanpa berusaha berlebihan. Tidak banyak payet, tidak berat.Rambut Anindya ditata setengah terikat. Beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajahnya. Tidak ada mahkota, tidak ada hiasan besar, hanya dirinya versi yang utuh, yang tidak sedang membuktikan apa pun.“Kita bisa keluar sekara
Última actualización : 2026-01-09 Leer más