Home / Romansa / Om Bule Kekasihku / Janji Sebelum Pulang

Share

Janji Sebelum Pulang

Author: Sabrina dewi
last update publish date: 2026-04-02 21:20:49

Pagi terakhir Daniel dan Nadia di Italy terasa lebih tenang.

Langit musim dingin tampak cerah dengan cahaya matahari lembut yang menyinari kebun zaitun di sekitar rumah Viola Moretti. Udara masih dingin, tetapi tidak sedingin Hamburg.

Di ruang kerja kecil Viola, Daniel sedang berdiri di dekat jendela sambil berbicara melalui telepon.

“Paul.”

Di ujung telepon, suara asisten setianya terdengar jelas.

“Ya, Mr. Charter.”

Daniel lan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Om Bule Kekasihku   Sebuah Undangan

    Beberapa hari setelah kepulangan Noah dan Nora ke Villa Blankenese, kehidupan perlahan mulai menemukan ritmenya. Meski "tenang" mungkin bukan kata yang tepat. Karena sekarang ada dua bayi yang bisa bangun bergantian sepanjang malam. Atau kadang-kadang bersamaan. Yang menurut Daniel merupakan bentuk konspirasi kecil terhadap waktu tidurnya. Pagi itu seluruh keluarga sedang menikmati sarapan di teras belakang. Udara musim panas Hamburg terasa nyaman. Noah tertidur di gendongan Nadia. Sedangkan Nora sedang berada dalam pelukan Oma Margaret yang tampak sangat menikmati perannya sebagai nenek. "Aku rasa aku akan pindah ke Hamburg" kata Margaret tiba-tiba. Thomas yang sedang minum kopi hampir tersedak. "Kita sudah membahas ini." Margaret tersenyum. "Dan aku masih menyukainya." Daniel hanya menggeleng. Sementara Elena langsung menyambut ide itu. "Oma tinggal di sini saja." Margaret tertawa. "Nanti Opa protes." "Aku tidak protes" jawab Thomas. "Kamu tidak protes?" tanya Marg

  • Om Bule Kekasihku   Kehangatan Keluarga

    Villa Blankenese yang selama beberapa bulan terakhir dipenuhi persiapan kelahiran kini memasuki babak baru. Babak yang jauh lebih ramai. Jauh lebih berisik. Dan jauh lebih melelahkan. Noah Charter dan Nora Charter akhirnya resmi menjadi penghuni termuda villa itu. Dan seluruh isi rumah mulai menyadari satu fakta penting. Dua bayi kecil bisa mengubah ritme hidup seluruh keluarga. Pukul tiga dini hari. Daniel terbangun. Bukan karena alarm. Bukan karena panggilan pekerjaan. Melainkan karena suara tangisan kecil. Ia membuka mata perlahan. Lalu mendengar suara tangisan kedua menyusul beberapa detik kemudian. Daniel langsung duduk. "Nadia." Nadia yang juga baru terbangun menghela napas pelan. "Keduanya?" tanya Nadia. "Keduanya." Mereka saling berpandangan. Lalu tertawa kecil. Karena ternyata beginilah rasanya menjadi orang tua bayi kembar. Keesokan paginya, Daniel yang biasanya selalu terlihat sempurna kini tampak sedikit berbeda. Rambutnya tidak serapi biasanya. Matany

  • Om Bule Kekasihku   Pulang Ke Rumah

    Pagi itu suasana rumah sakit terasa jauh lebih sibuk dibanding hari-hari sebelumnya.Namun kali ini bukan karena keadaan darurat. Bukan karena kontraksi mendadak. Bukan karena kepanikan. Melainkan karena satu hal sederhana, mereka akan pulang. Noah Charter dan Nora Charter akhirnya diperbolehkan meninggalkan rumah sakit bersama orang tua mereka. Setelah beberapa kali pemeriksaan terakhir, dokter memastikan kondisi Nadia sangat baik. Kedua bayi juga sehat dan berkembang sesuai harapan. Daniel bahkan meminta dokter menjelaskan semuanya dua kali. Nadia sampai menggeleng sambil tertawa. "Dokter sudah bilang mereka sehat." "Aku hanya memastikan" jawab Daniel dengan tenang. "Dan kamu memastikan lima kali." "Itu berbeda" kata Nadia. Karena tidak ada yang lebih protektif daripada Daniel ketika menyangkut keluarganya. Di sisi lain kamar, Elena sedang memperhatikan Noah yang tertidur. "Dia tidur terus." Ayu tertawa. "Itu memang pekerjaan bayi." Elena berpikir sejenak. "Tidur it

  • Om Bule Kekasihku   Noah Dan Nora Charter

    Empat hari setelah kelahiran bayi kembar, suasana di rumah sakit jauh berbeda dibanding malam penuh kepanikan ketika Nadia tiba dengan kontraksi yang datang terlalu cepat. Kini tidak ada lagi kecemasan. Tidak ada lagi wajah-wajah tegang. Yang ada hanyalah kebahagiaan. Dan sedikit kelelahan karena dua bayi kecil ternyata memiliki kemampuan luar biasa untuk membuat seluruh keluarga kurang tidur. Pagi itu kamar VIP, Daniel sedang memangku bayi laki-lakinya. Nadia menggendong bayi perempuan mereka. Elena duduk di sofa sambil memperhatikan keduanya dengan penuh rasa ingin tahu. "Aku masih tidak percaya mereka benar-benar ada" kata Elena. Daniel menatap putrinya. "Beberapa hari lalu kamu juga bilang begitu" ucap Daniel. "Iya tapi aku masih tidak percaya" kata Elena dengan nada heran. Semua tertawa. Elena memang belum bosan menjadi kakak. Bahkan sebaliknya. Ia menghabiskan hampir seluruh waktunya memperhatikan adik-adiknya. Dan seperti biasa, selalu memiliki banyak pertanyaa

  • Om Bule Kekasihku   Dua Wajah Kecil Yang Sangat Familiar

    Dua hari setelah kelahiran bayi kembar, suasana di kamar VIP rumah sakit jauh lebih tenang. Kekhawatiran yang sempat menyelimuti semua orang kini telah berganti menjadi kebahagiaan. Nadia mulai pulih dengan baik. Kedua bayi juga menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. Bahkan para dokter beberapa kali mengatakan bahwa kondisi mereka jauh lebih baik dari yang diperkirakan untuk bayi kembar yang lahir lebih awal. Pagi itu, seluruh keluarga kembali berkumpul di kamar. Kamar yang luas itu hampir terasa seperti ruang keluarga kecil. Daniel duduk di dekat tempat tidur Nadia. Elena berada di sofa sambil memegang buku gambar. Lina, Rudi, Ayu, Paul, dan Camille juga hadir. Dan pusat perhatian semua orang tentu saja, dua bayi mungil yang sedang tertidur nyenyak. Elena sudah berkali-kali memperhatikan mereka. Lalu akhirnya ia mengangkat tangan. "Aku punya pertanyaan." Daniel mengangkat alis. "Apa?" Elena menunjuk kedua bayi itu. "Adik-adikku sebenarnya laki-laki atau perempuan?"

  • Om Bule Kekasihku   Terimakasih Untuk Segalanya

    Pagi pertama setelah kelahiran bayi kembar terasa berbeda. Sinar matahari musim panas masuk perlahan melalui jendela kamar VIP rumah sakit. Suasananya tenang. Damai. Dan akhirnya setelah kepanikan semalam semua orang bisa bernapas lega. Nadia terbangun perlahan. Tubuhnya masih lelah setelah perjuangan panjang melahirkan. Namun ketika membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah Daniel. Pria itu masih berada di sana. Duduk di kursi di samping tempat tidurnya. Seperti biasa. Daniel memang tidak pernah pergi jauh darinya. Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda di wajahnya. Kelelahan. Kelegaan. Dan kebahagiaan yang begitu jelas terlihat. "Kamu nggak tidur?" tanya Nadia pelan. Daniel tersenyum tipis. "Sebentar" "Itu artinya tidak" kata Nadia. Daniel tidak membantah, karena itu memang benar. Semalaman ia lebih banyak memperhatikan Nadia dan kedua bayi mereka daripada beristirahat. Nadia menggeleng kecil. "Kamu keras kepala." Daniel meraih tangannya. Mengusap pun

  • Om Bule Kekasihku   Ketika Dunia Ikut Bicara

    Hari terakhir Daniel di Kopenhagen datang tanpa tanda khusus. Tidak ada hujan, tidak ada angin keras. Langit justru cerah, seolah kota itu sengaja bersikap netral dan membiarkan dua manusia di dalamnya mengambil keputusan sendiri. Daniel bangun lebih pagi. Ia duduk di tepi ranjang hotel, menatap

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Om Bule Kekasihku   Ketika Waktu Akhirnya Memberi Ruang

    Daniel tiba di Kopenhagen pada sore yang tenang. Tidak ada jadwal rapat menunggu. Tidak ada ponsel yang terus bergetar di sakunya. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia datang dengan satu hal sederhana: waktu. Ia berdiri di depan studio Nadia, menatap pintu kayu itu beberapa detik seb

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Om Bule Kekasihku   Hari-Hari Yang Tidak Ingin Dipercepat

    Pagi di Kopenhagen datang dengan cahaya yang lembut. Nadia terbangun lebih awal dari biasanya. Studio masih sunyi, hanya suara samar air kanal yang mengalir di kejauhan. Ia duduk di tepi ranjang kecilnya, memeluk lutut, dan tersenyum kecil saat menyadari hari ini Daniel ada di kota yang sama. Buk

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Om Bule Kekasihku   Saat Segalanya Tak Lagi Runtuh

    Hamburg menyambut Daniel dengan ritme yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Tidak ada panggilan darurat di tengah malam. Tidak ada email berjudul urgent yang berlapis tanda seru. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pagi Daniel dimulai dengan secangkir kopi panas yang diminum perlahan,

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status