Cahaya pagi masuk perlahan melalui celah tirai, tipis dan lembut, jatuh membentuk garis panjang di lantai kamar.Udara masih tenang. Terlalu tenang, seolah rumah ini belum sepenuhnya terbangun dari malam sebelumnya.Aku sudah duduk di sofa sejak beberapa saat lalu.Tanpa suara. Tanpa gerakan yang tak perlu.Dari tempatku, aku bisa melihat Tama di atas ranjang.Aku memperhatikannya dari jauh.Ia masih terlelap. Nafasnya tenang, teratur.Wajahnya tenang. Tapi bukan tenang yang sepenuhnya ringan.Posisi tubuhnya sedikit miring ke samping, satu tangannya terletak di dekat bantal yang kosong—tempatku seharusnya berada.Selimutnya sedikit berantakan, tidak seperti biasanya.Beberapa menit berlalu, dan aku masih belum mengalihkan pandanganku.Waktu terasa begitu lambat.Kemudian— ia bergerak.Gerakan kecil. Hanya perubahan ritme nafas, lalu sedikit pergeseran di bahunya.Tangannya yang tadi diam kemudian bergerak, menyentuh permukaan kasur di sampingnya seolah mencari sesuatu.Gerakannya ti
Read more