Pagi datang lagi.Cahaya matahari masuk dari sela jendela kayu, menyentuh lantai yang sudah memudar warnanya. Udara masih dingin, sisa dari hujan semalam. Aku duduk di tepi ranjang lama yang kasurnya sedikit berdecit setiap kali aku bergerak. Tidak empuk. Tidak sempurna. Di rumah ini, pagi dimulai lebih sederhana.Tidak ada suara langkah penjaga.Juga, tidak ada Tama.Perasaan itu menakutkan.Namun anehnya, melegakan.Aku bangkit perlahan, merapikan selimut seadanya. Cermin kecil di sudut kamar memantulkan bayanganku yang tampak berbeda. Wajahku masih sama, tapi sorot mataku tak seperti biasanya.Kali ini, aku tak sedang bersiap menjadi istri siapa pun. Tidak sedang mengingat peran apa yang harus kupakai hari ini.Tidak peduli pada skenario yang berjalan.Aku melangkah ke dapur.Tante Ratna sudah di sana, menuang air panas ke dalam teko.“Kau sudah bangun,” katanya, tanpa nada tanya.“Iya.”Ia mengangguk, lalu berjalan ke belakang rumah. Tidak ada basa-basi. Tidak ada pertanya
Last Updated : 2026-01-06 Read more