Lagi-lagi, pagi terasa cepat kembali.Dan hari ini, aku bangun lebih siang dari biasanya.Jam dinding di ujung lorong berdetak pelan—bukan keras, tapi cukup untuk mengingatkan bahwa waktu selalu bergerak di rumah ini, entah penghuninya siap atau tidak.Cahaya masuk dari jendela besar, jatuh rata ke lantai, membuat kamar terasa terlalu terang untuk seseorang yang baru membuka mata.Tama sudah tak ada di sampingku. Aku duduk, menyandarkan punggung ke kepala ranjang sebentar sebelum berdiri.Aku berjalan menuju meja rias, memperhatikan satu laci yang lama tak ku buka.Seingatku, di dalamnya terdapat map coklat yang berisi sekumpulan foto.Entah kenapa aku ingin melihatnya hari ini.Aku mengernyit pelan, lacinya kosong.Lalu membuka laci di sebelahnya. Kosong juga.Aku yakin terakhir kali menyimpannya di sini.Ku keluarkan isi laci satu per satu—alat make up, kunci cadangan, printilan tak penting.Kususun mereka di atas meja dengan rapi. Terlalu rapi, mungkin. “Kau mencari apa?”Suara
Last Updated : 2026-01-19 Read more