Matahari pagi mulai menyusup malu-malu lewat celah tirai jendela kamar VVIP Rumah Sakit Medika. Cahayanya jatuh tepat di lantai marmer yang dingin, membawa kehangatan baru setelah malam panjang yang melelahkan.Di dalam ruangan yang sunyi itu, Arka duduk di sofa samping ranjang pasien. Dia belum tidur sama sekali. Pakaiannya masih kemeja kantor kemarin yang sudah kusut, lengan digulung asal, dan rambutnya berantakan.Tapi, matanya tak bisa lepas dari boks bayi transparan di sebelahnya.Di sana, terbungkus selimut bedong berwarna pink lembut, putrinya sedang tertidur pulas. Napasnya teratur, dadanya naik-turun dengan irama yang menenangkan. Wajahnya masih kemerahan, bibirnya sesekali mengecap-ngecap lucu dalam tidur."Mas..."Suara serak dari ranjang membuyarkan lamunan Arka. Dia menoleh cepat.Nia sudah membuka matanya. Wajahnya pucat dan lelah, lingkaran hitam terlihat jelas di bawah matanya, tapi senyum tipis tersungging di bibirnya.Arka segera bangkit, menuangkan air hangat ke dala
Last Updated : 2026-01-22 Read more