Malam kedua di Zermatt. Badai salju di luar semakin mengganas, namun di dalam Chalet mewah itu, suhu terasa hangat berkat perapian dan alkohol mahal.Makan malam berlangsung meriah. Arka membuka botol Château Margaux tahun 2015 koleksinya. Mereka berempat makan, tertawa, dan minum hingga wajah mereka memerah.Pukul 23.30 waktu setempat."Aku nyerah..." gumam Nia sambil menguap lebar, matanya sudah sayu karena efek anggur merah. "Kepalaku pusing. Aku tidur duluan ya, Mas.""Iya, Sayang. Istirahatlah," Arka mencium kening istrinya.Tak lama kemudian, Dimas dan Bella juga pamit. Dimas terlihat berjalan sedikit sempoyongan sambil merangkul pinggang Bella, matanya sudah berkabut gairah."Kami juga masuk kamar ya, Kak. Good night," pamit Dimas dengan senyum lebar yang menyiratkan ketidaksabaran."Ya. Jangan lupa kunci pintu," canda Arka datar.Kini, Arka sendirian di ruang tengah yang luas. Lampu utama sudah dimatikan, menyisakan cahaya oranye dari sisa kayu bakar di perapian dan lampu-lamp
Last Updated : 2026-01-30 Read more