Home / Romansa / Sentuhan Pria Dewasa / Chapter 130 Minta THL

Share

Chapter 130 Minta THL

Author: Polcaa
last update publish date: 2026-03-20 15:14:50

Hari kedua Lebaran selalu punya suasana yang berbeda.

Kalau hari pertama penuh formalitas, salam-salaman, dan senyum yang sedikit kaku karena lelah, hari kedua justru lebih santai. Tawa lebih lepas, obrolan lebih panjang, dan yang paling penting tidak ada lagi tekanan harus terlihat sempurna.

Hari itu, mereka berkumpul di rumah Rajan dan Maya.

Ruang tengah sudah diubah jadi area santai karpet tebal digelar, meja penuh makanan ringan, dari kue kering sampai minuman dingin. Rajan duduk selonjoran
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 137 Happy Birthday Ibuu

    Pagi itu datang dengan cara yang sama seperti hari-hari biasannya matahari yang menyelinap lewat celah tirai, udara yang masih menyisakan dingin semalam, dan suara langkah kecil yang biasanya akan berlari ke arah tempat tidur sambil memanggil, “Ibuu!”Namun hari ini berbeda.Narine membuka matanya perlahan. Ada sesuatu yang ia tunggu. Sesuatu yang bahkan tanpa ia sadari, ia harapkan sejak semalam.Hari ini adalah ulang tahunnya.Ia diam sejenak, menatap langit-langit kamar. Menunggu.Mungkin pintu akan terbuka tiba-tiba. Mungkin Arsya akan lompat ke atas kasur. Mungkin Arkana akan menyelinap mendekat, berbisik di telinganya seperti biasa.Tapi tidak ada apa-apa.Hanya sunyi.Narine menghela napas pelan, lalu tersenyum tipis pada dirinya sendiri. “Yaudah…” batinnya. “Mungkin mereka gak inget.”Ia turun dari tempat tidur, berjalan ke luar kamar.Di ruang makan, Arkana sudah duduk dengan laptopnya, secangkir kopi di tangan. Wajahnya tenang seperti biasa.“Pagi,” ucap Arkana singkat, bahk

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 136 Ndak Mau Mati

    Pagi itu rumah terasa lebih ribut dari biasanya. Karena apa?Narine sudah bangun sejak subuh, sibuk mondar-mandir dari kamar ke ruang tengah sambil membawa berbagai perlengkapan. Di sofa, tergeletak sebuah kostum berbulu putih lengkap dengan telinga panjang dan buntut kecil bulat.“Kostumnya jangan sampai ketinggalan…” gumam Narine sambil mengecek lagi isi tas.Di sisi lain, Arsya masih duduk di lantai, memeluk botol minumnya, wajahnya masih setengah mengantuk. Rambutnya acak-acakan, matanya belum sepenuhnya terbuka.“Arsya, sini. Kita pakai kostumnya dulu ya,” panggil Narine lembut.Arsya menoleh pelan. Begitu matanya menangkap kostum kelinci itu, ekspresinya langsung berubah.“Ini?” tanyanya.“Iya, kamu kan jadi kelinci hari ini.”Arsya berdiri, lalu mendekat. Tangannya menyentuh telinga panjang itu.“Lucu…” gumamnya.Beberapa menit kemudian, Arsya sudah berubah jadi kelinci kecil yang super gemas. Kostum itu sedikit kebesaran, telinganya agak miring ke samping, dan buntut kecil di

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 135 Cilok Mantul

    Sore itu suasana komplek terasa hangat. Matahari belum sepenuhnya tenggelam, tapi sinarnya sudah mulai lembut. Angin kecil berhembus, membawa aroma tanah dan suara anak-anak yang riuh bermain di lapangan kecil depan rumah.Arsya berlari kecil bersama Ken dan beberapa anak lain. Tawa mereka pecah setiap kali bola plastik yang mereka tendang melenceng entah ke mana. Wajah Arsya merah, napasnya sedikit terengah, tapi matanya berbinar penuh semangat.Sampai tiba-tiba “Cilok mantul cilok mantul!”Suara khas itu langsung memecah fokus semua anak.“CILOK!” teriak Ken paling kencang.Anak-anak langsung bubar, berhamburan ke arah gerobak cilok yang berhenti di pinggir jalan. Arsya yang tadi masih pegang bola ikut terpaku. Matanya membesar, memperhatikan satu per satu temannya yang mulai mengantre.Dia melangkah pelan mendekat, berdiri di samping Ken.Ken dengan santainya merogoh saku, mengeluarkan uang receh, lalu berkata dengan percaya diri, “Bang, dua ribu, yang banyak sambalnya.”Arsya mel

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 134 Arsya Mode Cowok Cool

    Pagi itu suasana di sebuah TK kecil yang penuh warna terasa lebih ramai dari biasanya. Anak-anak berlarian dengan tas kecil di punggung mereka, beberapa masih digandeng orang tua, beberapa sudah berani masuk sendiri.Di antara keramaian itu, satu sosok kecil berjalan santai, hampir tanpa beban.Arsya.Langkahnya ringan, wajahnya tenang, bahkan tanpa menoleh ke belakang. Sementara di belakangnya, Arkana berdiri dengan kedua tangan di pinggang, memperhatikan anaknya dengan ekspresi antara bangga dan sedikit tidak percaya.“Ini anak gak ada drama sama sekali,” gumamnya.Biasanya, yang Arkana lihat anak-anak seusia Arsya masih ada yang nangis, ada yang tarik-tarik orang tuanya, bahkan ada yang mogok di depan gerbang. Tapi Arsya?Masuk aja.Tanpa pamit.Tanpa noleh.Tanpa rasa bersalah.“Sya” Arkana sempat mau manggil.Tapi Arsya sudah keburu masuk ke dalam kelas, langsung menuju rak mainan seolah dunia luar sudah tidak penting lagi.Arkana menghela napas, lalu tersenyum kecil. “Oke baik.

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 133 Pamer Mobil Sama Pusat

    Hujan tipis masih menyisakan jejak di jalanan saat mobil Arkana meluncur pelan memasuki kompleks rumah orang tuanya. Udara sore itu terasa adem, khas setelah hujan, dengan aroma tanah basah yang menenangkan. Tapi suasana tenang itu jelas tidak berlaku di dalam mobil.“Papaaah, cepetan dong nanti Oppa sama Oma kebulu tidul!” suara kecil Arsya terdengar tak sabaran dari kursi belakang.Arkana melirik lewat kaca spion, sudut bibirnya naik tipis. “Ini juga udah cepet, Bos. Rumah Oppa Oma gak pindah, santai aja.”“Enggaaa! Alsya mau tunjukin mobil Alsyaaa!” Arsya menggoyang-goyangkan kakinya, suaranya penuh semangat.Narine yang duduk di samping Arkana cuma bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum. “Dari tadi di jalan gak berhenti ngomong itu.”“Biarin,” sahut Arkana santai. “Lagi bangga dia.”“Bangga banget malah,” balas Narine, lalu menoleh ke belakang. “Nanti ngomongnya yang bener ya, Sayang.”“Iyaa!” jawab Arsya cepat. Tapi dari nadanya, jelas tidak ada jaminan apapun.Mobil akhirnya

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 132 Papah Arsya Kaya Onty

    Malam itu, suasana rumah Arkana dan Narine masih dipenuhi sisa-sisa tawa dari kejadian siang tadi. Arsya belum juga berhenti muter-muter dengan mobil listrik barunya di ruang tengah, sesekali nabrak kaki meja, lalu mundur lagi dengan ekspresi serius seolah dia benar-benar sedang nyetir mobil sungguhan.“Tit tit!” bunyi klakson kecil itu berulang kali.“Papah awass minggil” kata Arsya sambil mengernyit fokus.Arkana yang duduk di sofa hanya bisa geser sedikit sambil menatap kosong ke depan. Mukanya masih menunjukkan sisa-sisa trauma.Narine yang duduk di sebelahnya melirik, lalu nyengir. “Masih kepikiran ya?”Arkana menghela napas panjang lalu tersenyum. “Anakku darimana ya tau kata kata itu, tapi lucu banget sial sayang banget sama hasil karyaku itu.”Narine langsung ngakak lagi. “Salah sendiri, ngide beli yang dua ratus juta.”“Aku gak nyangka dia bakal jawab kayak gitu!” Arkana menoleh, setengah kesal setengah tidak percaya. “Dengan pede lagi bilang papah alsya kaya onty. Itu orang-

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 35 Makian Maya

    Pintu ruang ganti itu terbanting keras hingga engselnya mengerang, menimbulkan suara dentum yang mengguncang seisi ruangan. Maya masuk dengan aura yang sanggup membekukan darah siapa pun yang melihatnya. Wajahnya merah padam, matanya berkilat-kilat oleh amarah murni yang sudah tidak bisa lagi ia be

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 26 Mimpi Mimpi

    Dunia itu tidak memiliki cela. Langit di atas kepala Narine selalu berwarna biru indah, dengan awan-awan putih yang berarak pelan seperti kapas. Di sana, di sebuah rumah bergaya kolonial modern dengan jendela-jendela kaca setinggi langit-langit, Narine menjalani kehidupan yang selama ini hanya ia be

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 28 Adu Mulut

    Saat jam makan siang, Narine berada di pantry mengambil air. Dua rekan perempuan dari departemen lain tiba-tiba muncul dan mulai berbicara dengan Arkana yang sedang membuat kopi. Suara mereka terdengar riang, candaan ringan, kemudian salah satu menyentuh lengan Arkana sambil tertawa.Narine refleks

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 29 Kejadian Tak Terduga

    Pagi itu Narine datang ke kantor dengan ekspresi yang bahkan kopi pahit di tangannya tidak mampu selamatkan. Rambutnya rapi, outfit-nya on point, tapi auranya seperti orang yang baru saja debat panjang sama semesta dan kalah telak.Ia menaruh tas di meja, menyalakan laptop, lalu mendesah panjang.“

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status