Aku dan Arga dulu sangat dekat. Dia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Namun sejak aku mulai ikut Papa mengurus perusahaan, jarak itu perlahan tercipta. Kesibukan mengambil alih, dan aku tidak lagi punya waktu seperti dulu.Saat aku mulai mengenal Bunga, aku bahkan hampir tidak pernah lagi datang ke rumah Vanya. Hal itu juga yang akhirnya membuatku jarang bertemu Arga.Pada masa itu, Arga sudah duduk di bangku SMA. Usia yang rawan karena mudah terpengaruh lingkungan pertemanan.Dan berawal dari sanalah semuanya mulai salah.Arga terjerumus terlalu jauh. Geng, tawuran, judi balap, mabuk, narkoba, semuanya menjadi bagian dari hidupnya. Bukan sesekali, tetapi setiap hari.Hingga akhirnya di suatu malam, ketika Arga berada di kelas tiga, warga menemukannya tergeletak di atas jembatan. Tubuhnya remuk oleh pukulan dengan beberapa luka tusuk benda tajam.Aku tidak tahu detail kejadiannya. Aku hanya tahu, bahwa kondisinya nyaris tidak tertolong.Tim medis menemukan beberapa butir pil ekst
Última actualización : 2025-12-20 Leer más