Sejak semalam, setelah kembali ke Rumah Jelita, aku sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak. Setiap kali memejamkan mata, bayangan wajah pucat Tuan Bakrie kembali muncul, seolah menolak pergi dari pikiranku.Entah sudah berapa kali aku memeriksa ponselku. Layarnya tetap sunyi, tidak ada satu pun kabar yang masuk.Bahkan hingga pagi menjelang, ketika cahaya matahari mulai menyusup ke dalam kamar dan menerangi dinding-dinding putih di sekitarku, ponsel itu masih sepi dari notifikasi Tuan Adrian, atau dari siapa pun yang bisa memberiku kabar.Aku sempat berpikir untuk mengirim pesan lebih dulu, sekadar menanyakan keadaan Tuan Bakrie. Namun, selalu saja jariku terhenti di udara.Ada sesuatu yang menahanku, seperti perasaan sadar akan posisiku sendiri yang tidak memberiku cukup keberanian untuk melangkah lebih jauh.Akhirnya, aku bangkit dari tempat tidur.Tenggorokanku terasa kering, hendak minum, tetapi gelas di atas meja sudah kosong. Sehingga, tidak ada pilihan lain bagiku selain m
Última actualización : 2026-01-15 Leer más