Jejak mereka meninggalkan kelembapan lantai hutan, menukar tanah basah dengan kerikil tajam yang berderak di bawah setiap langkah. Pepohonan yang tadinya rapat dan menjulang kini menipis, membuka jalan bagi langit yang lebih luas.Lalu, mereka tiba-tiba berhenti. Di hadapan Wulan, terbentang sesuatu yang tak pernah terbayangkan dalam benaknya. Sebuah sungai hitam yang aneh, tidak mengalir, tidak beriak, hanya diam dan padat, mengular jauh ke kedua sisi hingga lenyap di tikungan.Permukaannya yang kasar dan gelap memantulkan kilau matahari yang menyilaukan. Bau asing yang tajam dan pahit menusuk hidungnya, campuran dari asap dan sesuatu yang terbakar, membuatnya sedikit mual.Tiba-tiba, monster besi berwarna merah melesat di atas sungai hitam itu dengan kecepatan yang mustahil, diiringi suara gemuruh yang memekakkan telinga.Wulan terlonjak kaget, refleks meremas lengan Broto begitu erat hingga buku-buku jarinya me
Terakhir Diperbarui : 2025-11-29 Baca selengkapnya