Home / Romansa / Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan / Bab 225. Ternyata Membuat Tubuh Lemas Bagai Tak Bertulang

Share

Bab 225. Ternyata Membuat Tubuh Lemas Bagai Tak Bertulang

Author: Zhang A Yu
last update Last Updated: 2026-03-11 08:44:40

“Jenderal, tubuhku rasanya lemas sekali.”

Dengan posisi seperti orang yang hampir pingsan di atas tempat tidur, Shen Liu Zi berusaha mengangkat tangannya. Namun lengannya terasa berat, jatuh setengah jalan di udara.

Meski begitu, jari-jarinya tetap berusaha menjangkau sosok yang baru saja melangkah masuk ke dalam kamar.

Pintu di belakang jenderal Shang telah tertutup rapat.

Lampu minyak di sisi ranjang memancarkan cahaya kuning lembut, membuat bayangan keduanya memanjang di dinding.

Shen L
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rahayu Ningsih
pastinya anak buah jéndral sudah di lokasi di mana akan di adakan ritual persembahan. bongkar kebobokan si gendut da tong
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan   Bab 230. Sisi Lembut Jenderal Shang Hanya untuk Shen Liu Zi

    Di dalam kamar, lampu minyak menyala redup di sudut ruangan. Cahayanya hangat, bergoyang pelan tertiup angin dari jendela yang sedikit terbuka, membuat bayangan di dinding bergerak lembut. Shen Liu Zi duduk di tepi tempat tidur. Punggungnya tegak, kedua tangannya diletakkan di pangkuan, seolah berusaha terlihat santai seperti biasa. Namun, ujung jarinya saling menggenggam pelan, menandakan kegelisahan yang tidak bisa sepenuhnya disembunyikan. Jenderal Shang duduk di kursi rendah tepat di hadapannya. Tubuh pria itu besar, bahunya lebar, tetapi gerakannya saat ini sangat pelan, sangat hati-hati, hampir tidak sesuai dengan sosok yang tadi menendang orang sampai menghantam dinding batu. Di sisi jenderal, sebuah baskom berisi air hangat diletakkan di lantai. Uap tipis masih naik perlahan. Kain bersih dicelupkan ke dalam baskom. Dia memerasnya perlahan, air hangat menetes kembali ke dalam wadah dengan suara kecil. Tangan jenderal Shang kemudian terangkat. Kain di tangannya menyentuh pi

  • Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan   Bab 229. Jenderal Shang Tidak Membabi Buta

    Tubuh Liao Peng melesat cepat. Pedangnya berputar cepat, berkilat di bawah cahaya obor yang bergoyang.Sembilan pria yang mengepungnya maju hampir bersamaan, tapi gerakan mereka tidak seragam, tidak rapi, bahkan ada yang terlalu lambat, ada yang terlalu terburu-buru.Tang!Trang!Tak!Bilah pedang beradu, suara logam memekakkan telinga.Satu pria tua menyerang dari kiri dengan parang pendek.Liao Peng memutar pergelangan tangannya, menangkis dengan satu gerakan ringan, lalu menendang perutnya.Buk!Pria itu langsung terlempar ke belakang, jatuh menabrak dinding batu.Belum sempat yang lain berpikir—Wus!Pedang Liao Peng berputar lagi, kali ini menghantam gagang tombak seorang pria muda sampai terlepas dari tangannya.“Aaa—!”Pria muda itu mundur panik, tapi pria lain di belakangnya malah tersandung, membuat barisan mereka kacau sendiri.Liao Peng menyipitkan mata, sorotnya berubah dingin.Sekali lihat saja, dia sudah tahu. Mereka bukan prajurit, bukan pula ahli bela diri, melainkan

  • Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan   Bab 228. Penyelamatan

    Naluri bertarung Shen Liu Zi bangkit dalam sekejap.Otot-ototnya menegang, tenaga dalam yang sejak tadi tertahan mulai mengalir deras di sepanjang meridian.Dia hampir saja menggerakkan tangannya. Hampir saja. Namun pada saat yang sama—Wush!Sebuah anak panah meluncur dari arah ventilasi udara dengan kecepatan, yang hampir tidak terlihat oleh mata biasa tepat saat pisau di tangan bupati Da Tong hendak turun. Ting! Ujung panah itu menghantam bilah pisau kurus di tangan pria tua tersebut. Benturannya keras, membuat pisau bergetar hebat sampai nyaris terlepas dari genggamannya.Tubuh bupati Da Tong langsung tersentak mundur satu langkah, mata kecilnya membelalak.Tanpa sadar kepalanya menengadah, menatap ke arah datangnya anak panah.Di belakangnya, Liao Peng juga langsung menoleh tajam ke arah yang sama; refleks seorang pengawal membuat tubuhnya menegang, seluruh sarafnya siaga.Ruangan gelap itu m

  • Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan   Bab 227. Pemandangan Mengerikan

    Tubuh perempuan di dipan pertama langsung tersentak kecil, lalu kaku kembali. Matanya membelalak lebar, air mata yang sejak tadi mengalir kini seperti berhenti di sudut matanya.Dia ingin menjerit. Mulutnya terbuka, tapi tidak ada suara yang keluar, selain napas serak yang tertahan di tenggorokan.Di dipan sebelahnya, seorang perempuan melihat semuanya dari sudut matanya. Pupilnya bergetar hebat. Dadanya naik turun tidak teratur.Dia berusaha menggerakkan tangannya. Berusaha memalingkan kepala, sekaligus berusaha menutup mata. Namun, tubuhnya tetap tidak bergerak sama sekali.Di ruangan yang sempit itu, hanya terdengar suara napas berat serta suara daging yang dirobek.Srek! Bupati Da Tong tidak menarik pisau itu.Sebaliknya; tangannya yang gemuk langsung masuk ke luka yang baru saja dia buat.Perempuan di dipan sebelahnya melihat dengan jelas —melalui ekor matanya lagi, dia melihat tangan pria tua itu mengobrak-abrik bagian dalam perut korban seperti sedang mencari sesuatu di dalam

  • Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan   Bab 226. Ritual Dimulai

    Di sebuah ruangan gelap.Dindingnya terbuat dari batu kasar yang dingin. Udara di dalamnya pengap dan lembap, seperti ruang bawah tanah yang jarang sekali disentuh sinar matahari.Satu-satunya penerangan hanya berasal dari sebuah obor yang tertancap di dinding. Api kecilnya bergoyang pelan, membuat bayangan di ruangan itu bergerak-gerak seperti makhluk hidup.Di dalam ruangan itu ada lima dipan bambu. Lebarnya sempit—tidak lebih dari setengah meter. Disusun berjajar dengan jarak yang tidak terlalu jauh satu sama lain.Di atas masing-masing dipan terbaring seorang perempuan. Kelima perempuan itu membuka mata, tetapi tubuh mereka tidak bergerak sama sekali. Seolah-olah seluruh sendi dan otot mereka telah dicabut dari tubuh.Salah satu dari mereka adalah Shen Liu Zi. Wanita itu terbaring di dipan paling ujung. Rambutnya terurai sedikit di atas tikar bambu, wajahnya pucat, tapi matanya terbuka penuh kesadaran.Tidak seperti yang lain! Di dipan sebelah kirinya, seorang gadis muda menangis

  • Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan   Bab 225. Ternyata Membuat Tubuh Lemas Bagai Tak Bertulang

    “Jenderal, tubuhku rasanya lemas sekali.” Dengan posisi seperti orang yang hampir pingsan di atas tempat tidur, Shen Liu Zi berusaha mengangkat tangannya. Namun lengannya terasa berat, jatuh setengah jalan di udara. Meski begitu, jari-jarinya tetap berusaha menjangkau sosok yang baru saja melangkah masuk ke dalam kamar. Pintu di belakang jenderal Shang telah tertutup rapat. Lampu minyak di sisi ranjang memancarkan cahaya kuning lembut, membuat bayangan keduanya memanjang di dinding. Shen Liu Zi berbaring miring di atas kasur. Rambutnya sedikit berantakan di bantal, napasnya pelan tapi berat. Tatapannya redup, hampir seperti orang yang sedang kehilangan kesadaran. Jenderal Shang berjalan mendekat. Langkahnya tidak tergesa-gesa. Dan begitu dia sampai di sisi ranjang, dia langsung duduk di tepinya. Tubuhnya membungkuk sedikit, tangannya menyentuh dagu Shen Liu Zi, mengangkat wajah wanita itu sedikit dari bantal. Mata Shen Liu Zi setengah terbuka, pandangannya kabur. “Jenderal,” b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status