Alina berdecak kesal saat layar laptopnya tiba-tiba mati, tepat di detik ia sedang mengerjakan tugas yang super urgent.“Ck! Ya ampun, kenapa mesti mati sekarang sih!” gerutunya sambil menepuk-nepuk keyboard, berharap laptop itu kembali menyala.Di saat yang sama, Bu Nurma kebetulan melintas di depan kamar Alina. Mendengar suara gerutuan itu, langkahnya langsung terhenti. Ia melongok ke dalam kamar putri keduanya.“Kenapa, Lin?” tanyanya lembut.“Ini Bu, laptop Alin rusak. Padahal tugasnya harus dikumpulin besok,” jawab Alina dengan wajah frustasi.“Waduh… gimana dong. Coba pinjam punya Alfa,” usul Bu Nurma.“Alfa kan kuliah, Bu. Pasti laptopnya dibawa.”Bu Nurma berpikir sejenak, lalu berkata, “Kalau gitu pinjam punya kakakmu. Laptop Kak Alya masih ada, kan? Tapi bilang dulu ya.”Alina langsung mengangguk. “Iya, Bu. Alin telepon Kak Alya sekarang.”Saat itu juga Alina menghubungi kakaknya, yang baru saja menyelesaikan serangkaian tes di rumah sakit. Setelah beberapa kali nada sambung
최신 업데이트 : 2026-01-22 더 보기