Share

Bab 114 - Baikan

Auteur: Eladzaky
last update Dernière mise à jour: 2026-01-20 08:59:50
Didalam studio, Yogi dan sabrina masih saling diam. Bingung siapa yang harus memulai dan bagaimana cara memulainya.

Akhirnya Sabrina bangkit mengambil buku dan kertas dari meja tempat biasa Yogi mengedit, kemudian duduk di salah satu kursi di belakang meja itu.

"Sini gue jelasin konsepnya" Ujar Sabrina yang akhirnya lebih dulu membuka suara.

Yogi menghampirinya dan menarik sebuah kursi untuk duduk dihadapan sabrina.

Setelah itu Sabrina mulai menjelaskan konsep video yang akan mereka kerjakan hari ini, sementara Yogi bukannya mendengarkan, dia malah fokus menatap wajah Sabrina.

Sabrina tau, tapi ia bersikap seolah tak menyadari itu dan terus saja menjelaskan.

"Jadi pas nanti Mbak Alya nyomot nasi sama rendangnya, lo zoom ya biar kelihat... "

"Sab!" Potong Yogi, Sabrina mengangkat wajahnya dan menatap Yogi.

"Maafin gue soal kemarin" Imbuhnya.

Sabrina menunduk, salah tingkah.

"Anggap yang kemarin gak pernah ada aja ya, biar kita bisa kayak biasa lagi" Ucap Yogi lagi.

"Maksudnya gak pernah
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 124 - Amel Confess ke Yogi

    Hari ini, Tim AH Manajemen beralih tugas menjadi bagian dari panitia acara Lamaran Alya dan Raja.Semua pekerjaan inti mereka diliburkan sejak H-2 Lamaran hingga nanti H+1 setelah acara selesai.Kecuali karyawan Roti Sehat, semua tetap beroperasi seperti biasa. Karena proses produksi harus terus berlangsung demi bisa memenuhi permintaan pelanggan yang semakin hari kian membludak. Selain itu untuk juga menjaga kesegaran dan kualitas rasa yang ada.Semua dikerahkan untuk membantu segala kesibukan yang terkait acara itu, karena acaranya memang akan diadakan di rumah, jadi ada beberapa spot yang harus ditutupi dan di sulap menjadi sebuah ruangan yang indah oleh-tangan-tangan kreatif dari EO pilihannya.Pihak Raja sebenarnya sudah menawarkan untuk mengadakannya di hotel atau di gedung, namun Alya lebih memilih di rumah saja dengan konsep intimate engagement

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 123 - Ayu Cemburu

    Kagiatan belajar mengaji Laras dengan Erwin berjalan dengan baik dan lancar. Hari demi hari kemampuan Laras mulai membaik, ia termasuk orang yang cepat belajar jika memang yang dipelajari adalah sesuatu yang disukainya atau yang membuatnya senang.Karena momen kebersamaannya dengan Erwin adalah salah satu sumber bahagianya Laras, maka dia dengan semangat belajar.Melihat Laras yang begitu bersemangat belajar, dan progressnya pun cukup baik, Erwin jadi ikut senang. Ada rasa kagum dalam dirinya melihat kegigihan Laras untuk memperbaiki diri."Orang tua kamu di kampung gimana kabarnya Ras? Perasaan sejak pertama kamu kerja disini gak pernah ada ijin pulang kampung?" Tanya Erwin tiba-tiba, ketika mereka baru saja selesai belajar mengaji.Laras terhenyak, ia tak menyangka akan dapat pertanyaan seperti ini secara tiba-tiba."Ba-baik Bang, Alhamdulillah" Ujarnya dengan terbata-bata.Sebenarnya Laras

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 122 - Erwin Menolak Jadi Guru Ayu

    Keesokan harinya, seperti yang sudah dijanjikan, Erwin mulai mengajarkan Laras membaca Al-Qur'an disela-sela jam istirahatnya."Kamu udah makan siang Ras?" Tanya Erwin sebelum memulai sesi belajar."Sudah Bang""Sholat Dzuhur?""Sudah juga""Oke, masih ada waktu dua puluh menit ya. Kita mulai sekarang aja"Ayu menganguk dengan penuh semangat, ia mengeluarkan sebuah buku Iqro yang khusus dibelinya untuk belajar mengaji dengan Erwin."Ka-kamu.. mau belajar ini?" Tanya Erwin sedikit tak percaya, ia pikir tadinya Laras akan membawa mushaf."Iya Bang""O-oke.. yaudah yuk, dibuka Iqro nya. Kamu sudah bisa sampai mana?"Laras menggeleng pelan."Sama sekali belum?"Laras menunduk malu, kemudian menggeleng lagi. Menyadari itu Erwin langusng mencairkan suasana dengan memberi Laras semangat."Oke, gapapa Ras, santai aja.

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 121 - Belajar Mengaji

    Pagi itu, aroma khas rendang dan gulai yang begitu menggugah selera melingkupi udara di Rumah Makan Padang Selaras. Saat itu Erwin sedang berdiri di balik meja kasir, sambil memantau aktivitas dua karyawannya, Ayu dan Laras.Ayu, si gadis berhijab yang lemah lembut tengah sibuk menata piring-piring saji di meja prasmanan. Sementara itu, Laras, dengan gaya rambut ekor kudanya sedang mencuci panci besar di dapur belakang."Ras, Piring di rak sudah bersih semua, belum?" Tanya Erwin sambil mencatat stok bahan.Laras melongok dari dapur."Udah, Bang. Tapi kalau mau kinclong banget, sini bantuin cuci sendiri!" Jawabnya dengan senyum iseng.Sudah tak ada lagi kecanggungan antara Bos dan karyawannya itu, karena Erwin memang kerap bersikap layaknya teman pada mereka.Ayu yang mendengar itu hanya tersenyum sambil merapikan jilbabnya."Mbak Laras ih, kebiasaan bercanda terus. Bang Erwin nanya serius juga!"Erwin terkekeh kecil. "Gak apa-apa, Ayu. Laras memang beda caranya bercanda. Tapi hasil

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 120 - Pembacaan Hasil Tes Kesuburan

    Dokter Rachel menarik napas sejenak, memberi jeda sebelum membacakan semua hasil serangkaian Tes yang telah Alya lakukan dua minggu yang lalu.Satu persatu dokter Rachel membuka lembaran hasil tes itu dan membacakannya. Sejujurnya Alya dan lainnya pun kurang mengerti karena apa yang dibacakan oleh dokter Rachel sebagian besar menggunakan bahasa medis.Sampai akirnya tibalah di saat dokter Rachel membuka satu amplop terakhir, yaitu amplop yang berisi hasil tes secara keseluruhan, sekaligus yang menyatakan keadaan rahim Alya saat ini."Nah, berdasarkan hasil dari serangkaian tes tadi, maka dengan ini pasien atas nama "Alya HUmaira" dinyatakan.... Sehat! Bahkan kondisi rahimnya sangat-sangat subur" Pungkas dokter Rachel dengan senyum yang mengembang."Alhamdulillah..." Ucap semua secara bersamaan.Airmata langsung meluncur begitu saja dari kedua kelopak mata Alya. Dengan segera ia mendorong meja di depanny

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 119 - Hasil Test Keluar

    "Jadi gimana Al? Kapan kamu siap aku lamar?" Tanya Raja dengan tak sabar, karean sejak tadi Alya tak juga menjawab pertanyaannya."Maaf Mas, aku belum bisa jawab sekarang. Aku mau tau dulu hasil Tes ku gimana, setelah itu baru kita bicarakan lagi masalah lamaran" Jawab Alya akhirnya.Raja menghela napas kecewa, tadinya ia berharap Alya akan menyebutkan hari terdekat, atau kalau bisa minggu ini juga."Kan aku udah bilang, Mama udah gak mempermasalahkan soal itu. Mama gak menuntut kamu buat lakuin tes itu, itu artinya udah gak ada masalah apapun hasilnya nanti" Sahut Raja, mencoba meyakinkan Alya."Ini bukan buat Mama kamu Mas, ini buat aku sendiri" Tukas Alya.Akhirnya Raja mengalah, ia menghargai keputusan Alya, apapun itu."Baiklah, memangnya kapan hasil tesnya keluar?""Dua hari lagi"Kedua ujung bibir raja terangkat, ternyata ia tidak harus menunggu lama. Hanya dua ha

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status