Ada satu kemampuan yang baru kusadari perlu dipelajari ulang: mendengar. Bukan mendengar suara, melainkan mendengar diri sendiri—tanpa menyela, tanpa menilai, tanpa buru-buru memberi jawaban. Hening, yang dulu kuanggap musuh, kini menjadi guru yang sabar.Pagi itu, aku terbangun oleh hujan yang turun pelan. Bukan hujan deras yang menuntut perhatian, melainkan rintik yang seperti mengusap jendela. Aku tidak langsung bangun. Aku berbaring, menutup mata, dan membiarkan suara itu mengisi ruang. Ada detak jam dinding, napas Adrian yang masih teratur, dan hujan yang jatuh tanpa tujuan selain jatuh.Aku menyadari sesuatu: hening bukan ketiadaan suara. Hening adalah ruang di antara suara—tempat makna bisa berdiam sebentar.Aku bangun, menyiapkan sarapan. Tidak ada rencana besar hari ini. Aku bekerja dari rumah, jadwal longgar. Aku memilih pakaian yang nyaman, bukan yang membuatku terlihat “siap”. Aku ingin benar-benar siap di dalam, bukan di luar.Adrian bangun sedikit terla
Huling Na-update : 2026-02-08 Magbasa pa