Riri menatap ke arah tangga yang baru saja dilalui Revan dengan perasaan campur aduk. Antara iri, benci, dan rasa ingin menang yang menggelora. Setelah memastikan Revan benar-benar menghilang di balik pintu kamarnya, Riri berbalik menatap Mario dan Wita yang masih berdiri di ruang tamu dengan wajah penuh beban. “Papa, Mama,” panggil Riri begitu lembut seolah dia adalah wanita terbaik sedunia, Riri selalu berusaha menjaga nada suaranya agar terdengar lembut dan tidak menimbulkan kesan menuntut. “Sebenarnya Maira itu ke mana, sih?” Wita spontan menoleh. Wajahnya berubah tegang, sementara Mario menghela napas panjang. Ada jeda cukup lama sebelum salah satu dari mereka menjawab. Wita menatap Riri, ragu-ragu, lalu akhirnya menunduk. “Jujur saja, Nak,” ucap Wita hati-hati, “kami sebenarnya juga tidak tahu Maira ke mana. Sejak tiga hari lalu, sejak Revan ada di rumah sakit bersama kamu, Maira tidak pernah muncul lagi di rumah ini.”
最終更新日 : 2025-11-27 続きを読む