Revan menatap kedua orang tuanya dengan napas terengah, dada naik turun menahan luapan emosi yang sudah nyaris tak terbendung lagi. Sorot matanya begitu tajam, berkilat-kilat di bawah cahaya lampu ruang kamar yang temaram. “Jadi selama ini Mama nggak cuma bohongin aku,” ucap Revan dengan suara rendah dan bergetar, “Mama juga pasti yang provokasi Maira, kan? Yang bikin dia pergi, yang bikin dia ajukan surat sialan ini." Revan bahkan kelepasan berkata kasar di depan orang tuanya. “Revan, jangan menuduh sembarangan,” tegur Mario dengan tegas, “kami memang salah karena menyembunyikan semuanya, tapi bukan kami yang menyuruh Maira pergi.” Wita sangat takut melihat amarah Revan, wanita yang sudah tak muda lagi itu berusaha berdiri tegak meski wajahnya sudah pucat pasi. “Revan, Mama tidak pernah provokasi Maira. Mama cuma mau kamu bahagia, Nak. Mama tahu kamu cinta sekali sama dia, tapi kamu juga harus tahu kenyataan—” “Cukup, Ma." Revan m
最終更新日 : 2025-12-01 続きを読む