Puput sama sekali nggak tahu apa yang sedang dipikirkan Nico. Setelah beberapa hari nggak ada kabar, Puput kira pria itu sudah kehilangan minat. Namun tiba-tiba saja Nico muncul di rumahnya dengan cerita karangan yang dia sama sekali nggak ngerti.“Jadi, gimana menurutmu, Ratih? Apa kamu izinkan mereka pergi?” tanya Anton sambil noleh ke istrinya.“Itu tergantung Puput. Gimana mungkin kita yang putuskan untuk dia?” jawab Ratih, lalu memandang putrinya. “Gimana menurutmu, Puput? Apa kamu mau pergi dengan dia?”Puput tundukkan kepala seolah malu, padahal pikirannya sedang berputar keras cari jalan keluar.“Puput, jangan buat aku patah hati seperti ini.”Suara Nico buat keputusan Puput jadi jauh lebih mudah.“Aku juga mau berkunjung ke rumah Nico, Ibu. Aku baru sekali ketemu orang tuanya,” kata Puput sambil paksakan senyum ke ibunya.“Nico? Kamu ngapain di sini?”Pasha yang baru saja turun dari tangga menatap mereka dengan wajah terkejut. Dia memandang sekeliling, berusaha pahami situasi
Read more