공유

Bab 108. Jebakan Lift. 

작가: Ucing Ucay
last update 게시일: 2026-03-14 08:54:34

​Kesunyian di koridor lantai lima puluh Dirgantara Group terasa jauh lebih tegang dibandingkan pagi sebelumnya. Arka Dirgantara berjalan dengan langkah yang lebar dan kaku, masing-masing hentakan sepatu kulitnya di atas lantai granit seolah-olah mengumumkan pada seluruh gedung bahwa sang penguasa sedang berada di ambang batas kewarasannya. Aroma parfum Lia yang ia hirup sepanjang perjalanan pulang semalam masih terasa seperti tato di dalam rongga hidungnya—permanen, menghantui, dan membakar. Ia
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 245. Happy Ending. 

    ​"Ini bukan sekadar tentang masa depan finansial, Lia, ini adalah deklarasi kekuasaan yang menyatakan bahwa kamu adalah pemilik sah dari seluruh fondasi kekaisaran yang kubangun di atas darah pengkhianat," tegas Arka, kalimatnya langsung dan tajam tanpa ada keraguan sedikit pun.​"Apakah dengan adanya akta abadi ini, kamu akan membiarkan aku membawa mereka berjalan-jalan ke luar kota tanpa pengawalan barikade enam pengawal wanita itu?" tanya Lia, tatapan matanya menuntut jawaban yang murni dari balik topeng proteksi suaminya.​"Kebebasan fisik di luar sana adalah ilusi yang sangat berbahaya bagi seorang Ratu Dirgantara, Lia, tugasmu hanyalah berada di sini, menjadi poros dari seluruh pergerakan hidupku," jawab Arka, langkah kakinya bergeser mendekat hingga dada bidangnya yang keras menyentuh permukaan punggung ramping Lia.​"Kamu memberikan seluruh dunia ini ke dalam genggaman tanganku, namun di saat yang sama kamu mengunci pintu sangkar ini dengan rantai besi yang kian hari kian mene

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 244. Obsesi Abadi

    ​Sinar matahari pagi yang hangat menerpa permukaan lantai balkon lantai dua mansion utama Dirgantara, memantulkan kilau kemewahan dari pagar pembatas berbahan besi tempa berlapis perunggu. Setahun telah berlalu sejak badai di ruang persalinan itu reda, meninggalkan kedamaian yang sunyi di atas tanah Menteng yang kini telah bersih dari jejak para pengkhianat masa lalu. Lia berdiri tegak bersandar pada tepian balkon, mengenakan gaun sutra panjang berwarna putih gading yang melambai halus ditiup angin pagi yang membawa aroma esens vanila hitam. Sepasang mata jernihnya menatap lurus ke arah hamparan rumput hijau di taman belakang, tempat dua bocah laki-laki berusia satu tahun sedang bergerak aktif merangkak di atas karpet khusus luar ruangan.​Arjuna dan adiknya, dengan pakaian katun senada bermotif garis biru muda, sesekali tertawa kecil saat jemari mungil mereka mencoba meraih bayangan daun yang bergoyang. Di sekeliling area bermain anak kembar tersebut, enam pengawal wanita terlatih te

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 243. Diagnosa Dokter. 

    ​"Pertahankan tekanannya, Nyonya, jangan lepaskan energinya sekarang, sedikit lagi!" perintah dokter spesialis utama dengan gerakan tangan yang cekatan membantu melebarkan jalan lahir.​"Eughhh!!! Ohhh!!!" jeritan terakhir Lia terdengar lebih pendek, disusul oleh suara embusan napas panjang yang melepas seluruh ketegangan otot tubuhnya.​Lengkingan tangisan kedua kembali terdengar, kali ini dengan nada yang lebih berat dan konstan, bersahut-sahutan dengan suara tangisan bayi pertama yang berada di meja sebelah kiri. Bayi kedua telah lahir, menandakan berakhirnya seluruh proses perjuangan fisik yang menguras sisa darah dan air mata dari tubuh sang Ratu Sanjaya. Suara mesin kardiotokografi mendadak kembali ke ritme normal, menyisakan bunyi detak jantung Lia yang melambat seiring dengan hilangnya rasa sakit yang merongrong tubuhnya.​Arka Dirgantara yang sejak awal berdiri kokoh menopang tubuh istrinya mendadak kehilangan seluruh kekuatan di kedua belah lututnya. Tubuh kekarnya yang tega

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 242. Tangisan Sang Penakluk

    ​Cahaya lampu operasi yang berpijar putih keperakan di atas langit-langit ruang bersalin memantulkan bayangan tubuh tegap Arka Dirgantara yang masih berdiri kaku bagaikan patung batu di sisi ranjang ginekologi. Cengkeraman jemari tangan Lia Sanjaya pada punggung tangannya terasa kian menguat, kuku-kuku tajam istrinya menembus kulit ari hingga menyisakan gurat-gurat merah yang mengeluarkan rembesan darah segar. Suara dengung konstan dari mesin kardiotokografi berbaur dengan deru napas Lia yang kian pendek dan tersengal-sengal menahan gelombang kontraksi kedua yang datang menghantam tanpa memberikan jeda istirahat sedikit pun. Ruangan itu terasa begitu dingin, dipenuhi bau antiseptik yang pekat, namun peluh mengalir deras membasahi dahi tegap Arka hingga melewati batas masker kain hijau yang menutup sebagian wajahnya.​"Tarik napas lebih dalam lagi, Nyonya, kepala bayi pertama sudah berada di pintu panggul, dorong sekuat tenaga dalam hitungan ketiga," instruksi dokter spesialis obgyn de

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 241. Proses Lahiran. 

    ​Lia mengerang lebih keras, kedua kakinya menekuk ke atas menahan dorongan alami dari dalam rahimnya yang kian agresif, membuat permukaan perut buncitnya menegang keras bagai permukaan batu lava. "Arka ... hmmm ... sakit sekali ... rasanya bagian bawahku seperti terbakar api ... Ohhh ... Ssshhh."​Arka langsung menundukkan kepalanya, mengecup bibir Lia yang kering berulang kali sambil menyeka air mata yang terus mengalir membasahi pipi porselen istrinya dengan jemarinya yang gemetar. "Aku mohon bertahanlah, Lia ... demi aku ... demi seluruh sisa duniaku ... jangan tinggalkan aku di dalam kegelapan lagi."​"Ponsel Anda terhubung dengan Direktur Utama Rumah Sakit Dirgantara Medica, Tuan Besar," ujar Elena dari kursi depan seraya menyerahkan sebuah gawai yang layarnya sudah menampilkan wajah panik seorang pria paruh baya berjas putih.​"Dengarkan aku baik-baik, Profesor Wijaya! Kosongkan seluruh lantai tiga gedung rumah sakit sekarang juga! Siapkan tim dokter spesialis obgyn terbaik yang

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 240. Badai di Ruang Persalinan

    ​Cairan bening dalam volume yang cukup besar mendadak merembes membasahi gaun tidur sutra gading yang dikenakan oleh Lia Sanjaya, menciptakan noda basah yang meluas dengan cepat di atas hamparan seprai kasmir abu-abu muda. Rasa mulas yang sangat tajam, panas, dan datang beruntun bagai hantaman ombak badai seketika mencengkeram seluruh dinding rahimnya, memutus aliran napas wanita muda itu dalam satu sentakan rasa sakit yang luar biasa masif. Kedua tangan Lia bergerak refleks mencengkeram pinggiran pilar tempat tidur kayu jati, sementara tubuh rampingnya melengkung kaku menahan kontraksi dini yang datang jauh lebih awal dari estimasi kalender medis Dokter Gunawan. Jeritan parau yang sarat akan penderitaan fisik spontan lolos dari sela bibir Lia yang mendadak memutih kering, memecah keheningan sepertiga malam di dalam Royal Suite yang kedap suara.​"Arka ... Ssshhh ... ketubanku pecah ... rasanya sangat sakit ... Ahhh!" pekik Lia dengan mata yang membelalak lebar menahan denyutan yang s

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 234. Menjadi Lebih Protectif

    ​Ruangan Royal Suite itu mendadak diselimuti oleh keheningan yang sangat pekat, hanya menyisakan suara dengung halus dari mesin pemindai portabel dan detak jantung mereka yang saling berkejaran di dalam dada masing-masing. Arka tidak melepaskan pandangannya sekejap pun dari layar monitor digital te

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 233. Benih Baru Dirgantara

    ​Waktu bergerak begitu cepat membelah kalender, meninggalkan hiruk-pikuk daratan Jakarta dan sisa-sisa aroma lautan bebas yang sempat mengunci masa bulan madu mereka beberapa bulan lalu. Kehidupan pernikahan yang semula dilingkari oleh bayang-bayang rantai dendam kini telah bermutasi sepenuhnya men

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 231. Obsesi di Tengah Laut

    ​Sinar matahari pagi menembus dinding kaca melengkung Royal Suite, memantulkan kilau keemasan di atas permukaan air laut yang tenang dan jernih di sekeliling super-yacht. Lia Sanjaya membuka kelopak matanya perlahan, merasakan sisa penat yang luar biasa masih menggelayuti setiap jengkal otot tubuh

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 230. (++) Panas Bersama. 

    ​Arka tidak memedulikan keluhan itu, melainkan menggeser posisi tubuh kekarnya ke bawah, membiarkan wajahnya berada tepat di depan paha jenjang Lia yang kembali terbuka secara sukarela di bawah desakan lutut besarnya. Liang senggama Lia yang baru saja beristirahat sejenak kini kembali memproduksi c

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status