"Jangan mendekat dulu, Lia, tubuhku berbau darah dan mesiu, aku tidak ingin aroma menjijikkan ini mengotori ingatanmu lagi," ujar Arka tanpa membalikkan badannya, suaranya terdengar sangat parau, hampir seperti bisikan putus asa dari seorang pria yang sedang hancur lebur.Lia tidak memedulikan peringatan itu, ia terus maju hingga bagian depan tubuhnya menempel hangat pada punggung lebar Arka, lalu melingkarkan kedua lengannya di sekeliling pinggang kokoh sang Alpha. "Aku tidak peduli dengan bau mesiu atau darah itu, aku hanya peduli pada pria yang mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk menjemputku dari neraka malam ini.""Kamu tidak mengerti, Lia, aku hampir saja kehilangan kendali atas akal sehatku di dalam gudang itu," kata Arka, tubuhnya menegang hebat saat merasakan pelukan hangat istrinya dari belakang."Aku mengerti, aku melihat semuanya dari atas kursi tempat aku terikat," sahut Lia, memejamkan mata sambil menekan wajahnya pada kulit jaket Arka yang dingin.Arka berbalik de
Read more