Mereka berdua melangkah keluar dari kamar hotel. Koridor yang sunyi terasa seperti lorong waktu yang memisahkan mereka dari dunia di bawah. Setiap langkah Maya kini lebih mantap, meski matanya masih sedikit sembab. Beni berjalan di sampingnya, merasakan beban yang sedikit berkurang—atau mungkin hanya bergeser."Ke mana kita pergi?" tanya Maya saat mereka mencapai lift."Pertama, kita keluar dari hotel ini. Lalu..." Beni berhenti, memikirkan langkah selanjutnya. "Lalu aku akan meminta bantuan Pak Bimo untuk mengurus kepindahan kita ke luar negeri."Maya mengangkat alis, sedikit terkejut. "Pak Bimo? Bukannya dia bagian dari—""Tapi dia juga punya akses ke hal-hal yang tidak dimiliki orang lain," potong Beni. "Aku tidak bisa menyelesaikan semua ini sendiri. Dan aku tidak mau lagi menjadi pion. Mungkin... mungkin dengan memintanya membantu, aku bisa memulai sesuatu yang baru."Lift tiba dengan bunyi ding lembut. Mereka masuk, dan pintu menutup di belakang mereka. Di dalam ruang kecil itu,
Baca selengkapnya