“IBU!” teriak Beni kali ini, suaranya parau dan penuh keputusasaan. Dia berusaha meronta, ingin berlari, ingin menolong. Namun, cengkeraman petugas di kedua lengannya seperti besi. Mereka justru mempercepat langkah, menariknya menjauh dari keributan, menuju mobil tahanan yang sudah menunggu di pinggir jalan.“Ibuku! Lepaskan aku! Ibuku pingsan!” raung Beni, berjuang mati-matian.“Tenang! Ini bukan urusanmu lagi!” hardik petugas sambil mendorongnya ke dalam mobil.Pintu mobil tahanan tertutup, mengurungnya. Dari jendela kaca gelap yang sempit, Beni menyaksikan pemandangan yang akan menghantuinya selamanya: ibunya terbaring tak sadarkan diri di aspal panas, dikerumuni orang asing dan kamera yang justru semakin banyak mengarah ke sana. Lintang berlutut di sampingnya, menangis dan memegangi tangan ibunya, wajahnya yang masih muda penuh dengan panik dan kesendirian yang menghancurkan hati.Mobil bergerak perlahan, menerobos kerumunan. Suara teriakan, tangisan Lintang, dan bunyi shutter kam
Last Updated : 2026-01-06 Read more