Debu gurun yang pekat mulai turun ke bumi, ditarik oleh gravitasi yang perlahan kembali stabil setelah guncangan kolosal transformasi Babelia.Di bawah bayang-bayang sayap mekanis raksasa yang kini menjulang tinggi menembus awan tipis, sebuah keheningan yang menyesakkan sempat meraja.Keheningan itu hanya pecah oleh derit logam yang mendingin dan suara desisan uap dari sisa-sisa reaktor menara yang kini telah berubah bentuk menjadi raksasa yang hidup.Dari balik gundukan pasir yang tercipta akibat hempasan energi tadi, sebuah tangan muncul ke permukaan. Enya terbatuk keras, memuntahkan butiran pasir dari mulutnya. Jubah merahnya yang biasanya anggun kini tercabik di beberapa bagian, namun matanya tetap tajam penuh waspada. Ia menoleh ke samping, melihat Pedang Bayangan sedang bangkit dengan gerakan yang masih sangat sigap. Pria itu segera menyarungkan pedangnya, meskipun matanya tak lepas dari sosok raksasa mekanis yang kini berdiri kokoh di belakang mereka."Kau tidak apa-apa, Enya
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-15 อ่านเพิ่มเติม