Gerbang Luminion tidak lagi seperti sedia kala. Di pusat pusaran kehancuran itu, Omegafort berdiri sebagai sosok Titan Katedral yang masif. Sosoknya bukan lagi sekadar struktur logam, melainkan perwujudan teknologi kuno yang menghidupkan kembali mitos Klan Kolosus. Di dalam ruang kendali, Luviel memejamkan mata. Holy Rune yang terukir di dahinya berdenyut dengan ritme keemasan, selaras dengan detak resonansi inti Titan tersebut.Di hadapannya, Hydraphoon sedang memusatkan delapan elemen dasar yang bergejolak di sekitar—api, air, tanah, udara, cahaya, kegelapan, petir, dan kehampaan—semuanya tersedot paksa ke dalam inti di dadanya. Delapan aliran energi purba itu melebur, memadat menjadi sebuah proyektil elementalis yang berdenyut tidak stabil. Serapan energi itu melahap sisa-sisa cahaya di medan tempur, menciptakan dengung frekuensi rendah yang membuat udara di sekitar Omegafort bergetar hebat. Ancaman itu kian nyata—sebuah proyektil kehancuran mutlak yang siap dilepaskan untuk melen
더 보기