"Maksud Bapak?" Alis Andini saling bertaut. "Maaf, saya keceplosan!" Dion nyengir. Ia sengaja bicara seperti itu agar suasana antara Andini dan dirinya lebih mencair. "Maksud saya, tidak masalah, An! Lagian kan sesama teman harus ada sisi humorisnya biar lebih akrab!" Ia tersenyum. Andini membulatkan mulutnya. "Oh, gitu!" Dion mengangguk. "Kamu udah selesai sarapannya? Kalau udah, ayo kita jalan sekarang!" Andini mengangguk. "Sudah, Pak!" Andini melihat ke arah Tantenya. Lalu pamit untuk berangkat kerja. "Tan, aku jalan dulu ya." "Iya sayang, Hati-hati di jalan ya." Cinta tersenyum. Mereka bangkit dari duduknya secara bersamaan. Kemudian Andini mencium tangan Cinta. "Terima kasih sarapannya ya, Tan." ucap Dion tulus. "Sama-sama Pak, terima kasih juga bingkisannya." "Iya, Tan. Kami berangkat kerja dulu ya!" Dion mengangguk pelan dan tersenyum. "Iya, hati-hati." Andini dan Dion berjalan ke luar rumah menuju tempat parkir. Setelah itu, mereka masuk ke dalam
Last Updated : 2025-12-13 Read more