"U-udah... Tante." jawab Andini, pelan. Tapi masih bisa terdengar di telinga Serena. Serena tersenyum tipis. "Yah, sayang ya.. Padahal, Tante punya anak laki-laki ganteng banget loh, An!" "Oh gitu ya, Tante." jawab Andini. Ia sengaja berpura-pura tidak tau tentang Dion. Agar pembicaraan mereka tidak terlalu melebar. Serena menganguk. Matanya masih lurus menatap Andini. Seolah ia sedang menilai sambil mempromosikan anak semata wayangnya. "Iya. Dia itu anak yang mandiri, An. Bahkan untuk karirnya sendiri pun ia memilih jalan yang berbeda dari Papinya." tutur Serena bangga. "Wah keren ya, Tante." jawab Andini menanggapi. "Iya, keren kan. Oh ya, ayo di makan dan minum dulu, An!" ajak Serena. "Tante udah lapar nih." Ia tersenyum. "Iya, Tante."Bi Minah tadi menyajikan catering yang Andini bawa serta beberapa makanan lain dan minuman untuk mereka berdua. Untuk mempersingkat waktu dan tanpa malu-malu lagi, Andini mengambil nasi, daging bebek panggang, dan tumis caylan. Selesai makan
Last Updated : 2025-12-20 Read more