Dhava menatap mata Diana, jemarinya mengusap lembut bekas tamparan yang mulai memudar di pipi wanita itu. "Aku akan ceraikan Renita, Di.”Mata agak sipit Diana membelalak. Ya, jujur saja, ada letupan kebahagiaan yang membuncah di dada. Impian memiliki Dhava seutuhnya, tanpa harus berbagi, kini terasa sangat dekat. Namun, binar mata karamelnya meredup.Ia tahu … ini tidaklah akan mudah. Masalahnya, bukan sekadar cinta mereka berdua. Banyak hati yang harus dikorbankan, nama baik keluarga dipertaruhkan, dan bayangan kemarahan Maharani karena kehilangan menantu kesayangan. Yang mungkin … berimbas pada hubungan baik keluarga mereka nantinya.‘Aku bisa cerai dari Mas Rayan, tapi kamu?’ batin Diana, sebab Dhava menceraikan Renita tidak sesederhana membalik telapak tangan, apalagi hubungan bisnis mereka sudah telanjur mengakar.Dhava kembali menarik tengkuk Diana dan mengecup bibirnya penuh penghayatan.“Mas.” Diana menarik diri. “Nanti keburu siang,” katanya.Dhava terkekeh pelan, dan akhirn
Última actualización : 2026-01-24 Leer más