Beranda / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 156: Sandra Mengintip

Share

CHAPTER 156: Sandra Mengintip

Penulis: Heiho
last update Tanggal publikasi: 2026-03-14 15:02:11
Jefri segera masuk ke dalam kamar Rara begitu pintu terbuka. Ia tersentak melihat Rara terbaring lemah di atas kasur. Buru-buru ia mendekat dan menyentuh dahi Rara yang seketika membakar tangannya.

“Ternyata dia hanya sakit,” ucap Jefri lega. Pria itu lalu menoleh ke pria sepuh di belakangnya yang ikut masuk ke dalam.

“Terima kasih banyak atas bantuannya,” ucap Jefri sambil menatap pria sepuh di sebelahnya, “Tanpa bantuan anda, saya pasti masih kebingungan di depan pintu tadi,”

Pria sepuh itu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 239: Tidak Lupa, kan?

    Hani menelan ludah. Ia sedikit menundukkan pandangannya, tidak ingin bertatapan dengan Merphilus yang duduk di seberangnya dengan seringai kecil. Seminggu sudah berlalu sejak pembicaraan terakhirnya dengan Jefri dan Rara di meja makan. Sekarang, ia berada di pertemuan kecil bersama Merphilus ditemani dengan Jefri, Rara, dan Leo. Leo berdiri di sisi kanannya. Yang membuat Hani bertambah susah untuk menghadapi pertemuan ini. Ia masih terbayang-bayang dengan sosok Leo dan Grace yang bersama saat pertemuan terakhir. Apalagi, ini pertemuan mereka lagi setelah hari itu juga. Sehingga wajar Hani masih kesulitan untuk bersama dengannya. “Terima kasih sudah bersedia hadir di pertemuan ini, Tuan Merphilus dan Tuan Liam,” Jefri mengangguk ke Liam yang berdiri di sebelah Merphilus.“Tentu. Saya justru berterima kasih dengan undangannya. Sudah lama saya tidak bertemu dengan anda langsung,” balas Merphilus, “Selain itu, ada wajah baru juga di sini.”Merphilus mengalihkan pandangannya ke Rara. R

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 238: Ide Jefri

    “Ayah akan memasukkan Rara ke dalam proyekku?”Jefri mengangguk ke Hani. Perempuan itu melirik Rara yang seketika gugup. “Kenapa tiba-tiba?” tanya Hani. “Untuk membungkam keluarga sialan kita itu.”Hani menatap Jefri bingung mendengar jawaban tajamnya. Sementara, Rara menelan ludah. Ia mengusap pelan bahu Jefri, membuat wajah mengeras pria itu sedikit mengendur. “Apa terjadi sesuatu?” tanya Hani. Kali ini, dia menatap Rara. “Bukan sesuatu yang besar,” ucap Rara. Ia menghela napas sejenak lalu lanjut berkata, “Kamu mengenal bibi Tiara, kan?”Hani mengangguk. Segera mengingat wanita yang usianya sudah cukup tua itu. Ia juga memanggilnya bibi Tiara karena wanita itu yang memintanya—-menurut bisik-bisik keluarganya, hal ini karena Tiara menolak untuk tua. “Kemarin dia datang ke pesta,” lanjut Rara, “Kami mengobrol sebentar dan—”“Dia merendahkanmu. Kalian sama sekali tidak mengobrol,” potong Jefri tegas, membuat Rara menelan ludah lagi. “Apa? Apa yang dia bicarakan sebenarnya?” des

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 237: Tidak Lebih Dari Ini

    “Terburu-buru sekali. Anda bahkan belum beristirahat dengan benar.”Hani tidak segera menjawab. Lanjut memakaikan kancing kemejanya sambil masih membelakangi Merphilus. Setelah selesai, ia lalu menatap Merphilus yang masih merebahkan badannya di atas kasur dengan posisi menyamping. Tangannya yang berurat menopang kepalanya. “Saya harus kembali sebelum ayah saya pulang,” balas Hani akhirnya.Merphilus ber-hm pelan. Meski tatapannya seolah berkata, ‘untuk apa kamu mengkhawatirkan itu?’Hani mendengus pelan.“Pokoknya saya akan pergi sekarang,” tegas Hani, “Saya akan pergi sendiri ke rumah. Jadi, anda tidak perlu mengantarkan saya.”“Baiklah, saya juga tidak akan menghalangi,” balas Merphilus sambil mengangkat kedua bahunya santai. Membuat Hani menatapnya kesal. Hani kembali mengalihkan pandangannya ke cermin. Merapihkan dirinya sejenak. Setelah dirasa rapih, ia kemudian beranjak pergi. “Apa kita perlu

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 236: Bantu Saya, Tuan

    “Jadi anda sudah memutuskan, ya?”Hani hanya mendengus pelan melihat Merphilus menyeringai. Ia lalu melengang masuk ke dalam kamar. Pintu segera ditutup Merphilus. Ia kemudian mengikuti langkah Hani ke arah kasur. Keduanya kemudian bertatapan.“Apa anda perlu bersiap lagi?” tanya Merphilus.“Tidak. Kita langsung saja,” balas Hani datar. Tangannya sudah berada di kancing atas kemeja. “Saya akan membuka baju sekarang.”Merphilus menaikkan satu alisnya. Ia berjalan mendekat ke Hani lalu menahan tangannya yang hendak melepas kancing.“Jangan terburu-buru.”Tangannya yang lain menggamit dagu Hani dan menaikkannya. “Biarkan mengalir saja,” bisik Merphilus sebelum menyatukan bibirnya dengan Hani. Hani memejamkan matanya. Mengernyit pelan ketika lidah Merphilus mulai menerobos ke mulutnya. Mengingatkannya dengan ciuman mereka di malam sebelumnya. Tapi, berbeda dengan malam sebelumnya, ing

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 235: Keputusan Hani

    Mata Hani membesar. Ia segera menepis tangan Merphilus dan menjauhinya. Tapi, tidak ada bantahan dari Hani. Perempuan itu justru menundukkan kepalanya. Mengalihkan pandangannya dari Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya. Tersenyum puas.“Sepertinya tebakan saya benar,” celetuknya yang segera ditatap tajam Hani. “Tapi itu hanya sementara,” sergah Hani, “Buktinya saya masih mengingat tentang mereka lagi sekarang.”“Mungkin karena kita tidak melakukannya lagi,” Merphilus mengangkat bahunya ringan, “Kalau kita melakukannya dengan sering, anda mungkin bisa melupakannya.”Mata Hani kembali membesar. Ia menatap Merphilus tidak percaya.“Apa anda …. Baru saja mengajak saya sebagai pasangan ranjang anda?” tanya Hani, “Jadi, memang itu permintaan anda sebenarnya?”“Tidak. Ini hanya tawaran bantuan biasa,” bantah Merphilus, “Lagipula, saya sendiri juga sudah bilang akan memberitahukan permintaan itu ketika di waktu yang tepat, kan?”“Kalau begitu, kenapa anda menawarkan bantuan ini?”“Te

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 234: Tawaran Kedua Merphilus

    “Kita sudah sampai, Pak Merphilus.”Merphilus mengangguk. Ia melangkah keluar dari mobil. Liam lanjut membawa mobil hingga ke parkiran.Mata Merphilus langsung menangkap sosok Hani di depan pintu masuk restoran. Senyum miring terukir di wajahnya. Ia berjalan mendekat.“Nona Hani, selamat pagi,” sapanya setelah sampai di samping Hani.Hani tersentak dan segera menoleh. Merphilus mengangkat satu alisnya melihat wajah pucat Hani. Ia seolah habis melihat hantu.“Tuan Merphilus, selamat pagi,” Merphilus segera mengalihkan pandangannya ke Leo dan tersenyum tipis.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 106: Seperti Suami Istri

    “Kita memerlukan bukti yang kuat tentang penyerangan Rachel ini,” ucap Lexus membuka percakapan ketika berkumpul bersama Rara, Hani, Jefri, dan Septa setelah sidang selesai. Mereka berlima kini ada di ruang tengah rumah Jefri. “Posisi kita dan Rachel sekarang sama. Sama-sama belum memiliki bukti ku

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 109: Saksi Misterius itu Adalah ...

    “Jangan khawatir, nona Rara,” ucap Lexus begitu melihat wajah Rara ketakutan, “Anda lupa kalau kita juga punya kartu AS sekarang?”Rara tersentak. Ia menoleh cepat ke Lexus. “A-anda benar,” ucapnya tidak yakin. Bagaimana pun, Rara belum mengetahui kesaksian yang akan diberikan nanti, jad

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 101: Biar Aku yang Lakukan

    Kate menelan ludah. Ia menatap bergantian Rachel dan Jefri yang sedang saling berhadapan. Aura di antara mereka berdua sangat dingin, membuat Kate merinding. Kalau bukan karena tuntutan untuk menjaga Rachel yang baru siuman dari para petinggi agensi, Kate pasti sudah lari ketakutan. “Aku dengar

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 100: Tuntutan dari Rachel

    “Apa, sih,” gerutu Rara, berusaha menutupi jantungnya yang terlalu menggila. “Om kan bukan suka aku yang kayak gitu—”“Suka,” potong Jefri. Ia menatap Rara serius. “Om suka sama kamu, Ra. Dalam artian romantis,”Rara menggigit bibir. Ia menatap Jefri yang kini mengangkat satu tangannya dan menempe

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status