Lounge kantor yang ber-AC menyambut mereka dengan suhu yang kontras, namun suasana di sana mendadak terasa jauh lebih dingin bagi Naomi. Tepat di depan lift, Leon berdiri mematung. Di kedua tangannya, ia menjinjing dua bungkus makan siang dari gerai favorit mereka.Namun, pemandangan yang tersaji di depan mata Leon bukanlah sesuatu yang bisa ia antisipasi. Ia melihat Naomi, kekasihnya yang semalam memunggungi dirinya di tempat tidur, kini berjalan masuk dengan bahu yang sedikit lembap oleh air hujan. Dan yang lebih menyesakkan, Naomi tidak sendirian. Ia berjalan berdampingan dengan Rahaal, pria yang selama ini menjadi momok bagi posisi Leon di kantor.Leon terpaku. Ia memperhatikan bagaimana rambut Naomi sedikit berantakan karena angin."Sayang," suara Leon terdengar serak, menggantung di udara.Naomi tersentak, langkahnya tertahan tepat di samping Rahaal. Ia baru menyadari keberadaan Leon yang berdiri kaku di depan lift. "Leon," ujar Naomi, suaran
Read more