Home / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Umpan di Balik Izin

Share

Umpan di Balik Izin

Author: NaoMiura
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-19 20:00:57

Hari Selasa ini, atmosfer di sekitar meja kerja Naomi terasa sangat dinamis. Sejak jam pertama kantor dimulai, Naomi sudah memacu jemarinya di atas papan ketik. Fokusnya tidak teralihkan sedikit pun. Ia ingin menyelesaikan seluruh laporan rutinnya sebelum siang, karena hari ini adalah hari ulang tahun kakaknya, Vino.

Baginya, menemui Vino bukan sekadar merayakan ulang tahun. Tapi juga mencari ruang bernapas dari kekacauan hubungannya dengan Leon dan tekanan pekerjaan di kantor. Tepat s

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bilur Bulir Bertaut   Hi Bye...

    Naomi kemudian berjalan masuk ke dalam rumah. Sebelum melewati pagar, ia sempat menoleh sekali lagi. Mareeq masih berdiri di dekat mobilnya. Mata mereka bertemu. Naomi mengangkat tangannya sedikit. Mareeq membalasnya.Baru setelah Naomi masuk, Mareeq masuk ke mobil. Kali ini ia tidak menunggu sampai malam. Ia menjalankan mobilnya meninggalkan rumah itu dengan perasaan sedikit lebih ringan. Setidaknya sekarang ia tahu Naomi sudah melihatnya.***Naomi terbangun lebih lambat dari biasanya. Tidak ada alarm yang berbunyi. Ia masih berbaring di kamar ketika mendengar suara langkah kaki dari luar. Disusul suara pintu yang dibuka sebentar lalu ditutup lagi.Dia sudah bangun, tapi kakaknya pasti mengira dia masih tidur. Tangannya kembali meraba perutnya. Dia tahu Nunu tidak akan kembali. Tapi kekosongan itu terasa menyesakkan. Apalagi ketika Naomi mulai menerima kehadirannya dan mulai menyayanginya.Naomi menghela napas pelan sebelum akhirnya bangun. Begit

  • Bilur Bulir Bertaut   Rindu

    "Nggak sih." jawab si Mbok.Naomi tidak langsung menjawab. Entah kenapa, sesuatu di dalam dirinya mulai terasa tidak asing."Mobilnya seperti apa?"Si Mbok menjelaskan warna dan bentuknya. Naomi langsung terdiam. Ia merasa pernah melihat mobil itu berkali-kali. Sangat sering. Naomi bangkit."Masih ada?""Masih."Naomi berjalan menuju ruang CCTV. Ia membuka layar kamera depan rumah. Beberapa detik kemudian, mobil yang dimaksud terlihat jelas di layar. Naomi membeku. Mobil itu. Ia mengenalnya. Terlalu mengenalnya. Mobil Mareeq.Si Mbok yang berdiri di belakangnya ikut melihat layar. "Kenal, Neng?"Naomi tidak menjawab. Ia hanya menatap mobil itu. Jadi selama beberapa hari terakhir Mareeq datang ke sini? Setiap sore? Tidak pernah masuk ke halaman. Tidak pernah membunyikan bel. Hanya terparkir di pinggir jalan. Dan orang di dalamnya tidak pernah turun. Tidak pernah menghubunginya?Naomi kemudian mengambil cardigan tipis yang

  • Bilur Bulir Bertaut   Setiap Sore

    Dua hari setelah dirawat, dokter akhirnya mengizinkan Naomi pulang. Pagi itu Vino mengurus semua administrasi sementara Naomi duduk diam di kursi roda rumah sakit. Wajahnya masih pucat dan tubuhnya belum sepenuhnya pulih."Sudah boleh pulang," ujar Vino. "Tapi kamu harus banyak istirahat."Naomi mengangguk. Ia tidak banyak bicara sejak pagi. Ketika Vino mengambil tasnya, Naomi hanya memandang keluar jendela.Ada satu hal yang sudah diputuskan Naomi sejak malam sebelumnya. Ia tidak akan kembali ke apartemen Leon. Bukan karena ia membenci Leon. Ia hanya belum sanggup pulang ke tempat yang selama ini menjadi rumah mereka berdua. Naomi ingin sendirian.Mobil Vino berhenti di depan rumah nenek mereka. Rumah itu sudah lama menjadi tempat tinggal Vino dan Naomi sebelum dia pindah ke apartemen Leon. Vino turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Naomi."Pelan-pelan.""Aku bisa." ujar Naomi seolah tidak ingin diperlakukan seperti orang sakit.

  • Bilur Bulir Bertaut   Rencana yang Sama

    Mareeq tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya menatap Naomi sekali. "Jaga diri."Naomi mengangguk. "Terima kasih sudah datang.""Aku pergi dulu, Leon."Mareeq tersenyum tipis. Kemudian ia berjalan keluar bersama Claudia. Begitu pintu kamar tertutup, Mareeq mengembuskan napas panjang. Claudia berjalan di sampingnya."Mareeq, Terima kasih sudah menawarkan tumpangan.""Sama-sama."Mereka berjalan menuju lift.Leon masih berdiri di sana, di samping Naomi. Kemudian dia duduk di kursi di samping tempat tidur. Untuk beberapa saat, mereka hanya saling diam. Leon menatap wajah Naomi yang pucat."Dokter bilang kamu harus banyak istirahat."Tangannya perlahan meraih tangan Naomi yang terletak di atas selimut. Naomi membiarkannya."Aku tahu kamu pasti sedih."Naomi menatap jemari mereka. Leon menggenggam tangannya lebih erat."Ini bukan salah kamu."Naomi menahan air mata. Leon mengusap punggung tanganny

  • Bilur Bulir Bertaut   Jenguk

    "Kamu mungkin belum sempat melakukan banyak hal untuk Nunu. Tapi, kamu sudah membawanya sampai sejauh ini. Itu bukti kamu menyayanginya." Mareeq memeluknya lebih erat.Naomi menangis dalam diam. Mareeq membiarkannya.Tidak ada kalimat yang bisa mengembalikan Nunu. Tidak ada pelukan yang bisa menghapus rasa kehilangan itu. Tetapi untuk saat itu, Mareeq hanya ingin Naomi tahu satu hal. Ia tidak perlu melewati kesedihan itu sendirian.Di luar kamar, lorong rumah sakit masih cukup sepi. Claudia berdiri beberapa meter dari pintu. Awalnya ia datang karena ingin mengikuti Mareeq.Dan tanpa sengaja, Claudia mendengar percakapan mereka. Claudia membeku. Ia menatap pintu. Jadi Naomi keguguran.Untuk sesaat, perasaan Claudia benar-benar berubah. Ia merasa prihatin.Bagaimanapun, kehilangan seorang bayi bukan sesuatu yang pantas dianggap remeh. Terlebih dari suara Naomi yang terdengar begitu hancur, jelas perempuan itu sangat terpukul.Namun bebe

  • Bilur Bulir Bertaut   Nunu

    Air mata mulai memenuhi mata Naomi. Napas Naomi tersendat.Dokter menjelaskan bahwa benturan yang dialami Naomi bisa menjadi salah satu faktor, tetapi penyebab keguguran pada usia kehamilan dini tidak selalu dapat dipastikan hanya dari satu kejadian. Pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan.Namun Naomi hampir tidak mendengar penjelasan itu. Tangannya bergerak ke perutnya. Yang dia tahu hanya satu. Hilang. Dia kehilangan Nunu."Nunu..." Nama itu keluar begitu pelan. Seolah ia takut kalau mengucapkannya terlalu keras, kenyataan akan menjadi semakin nyata.Beberapa saat kemudian, seorang pria masuk dengan langkah cepat."Nona."Naomi menoleh ke sumber suara. Matanya yang sejak tadi kosong langsung berubah. Vino segera menghampiri tempat tidur. Begitu melihat wajah Vino, pertahanan Naomi runtuh."Kakak..." Air matanya langsung mengalir deras."Kakak di sini." Vino meraih tubuh adiknya dan memeluknya.Naomi langsung membalas pe

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Awal Pertemuan

    Usai dari kafe. Naomi berpisah dengan kedua rekannya karena ingin ke toilet terdekat. Begitu melewati lorong, Naomi melihat vending mechine berisi produk minuman dari perusahaan. Dia melihat ada beberapa varian baru. Naomi mengamati dengan serius beberapa varian baru itu."Aku suka matcha, tapi baru

  • Bilur Bulir Bertaut   Tantangan Pertama

    "Siapa ayah anak itu?"Naomi tidak menatap pria di hadapannya. Dia membuang muka ke arah lain dan menggigit bibirnya sendiri menahan mengatakan sepatah kata pun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sangat bingung. Ini di luar kendalinya."Tolong jawab jujur." Pintanya dengan lembut."Ini anakmu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Validasi di Sudut Sepi

    Undangan ramah itu muncul lancar dari mulut Naomi. Naomi ingin menunjukkan bahwa jika ada hal yang harus dibicarakan, itu harus dilakukan di tempat terbuka di mana siapa pun bisa melihat. Tidak perlu tempat tersembunyi seperti parkiran lagi. Mareeq mengangguk pelan, tampak sedikit terkejut dengan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status