แชร์

Umpan di Balik Izin

ผู้เขียน: NaoMiura
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-19 20:00:57

Hari Selasa ini, atmosfer di sekitar meja kerja Naomi terasa sangat dinamis. Sejak jam pertama kantor dimulai, Naomi sudah memacu jemarinya di atas papan ketik. Fokusnya tidak teralihkan sedikit pun. Ia ingin menyelesaikan seluruh laporan rutinnya sebelum siang, karena hari ini adalah hari ulang tahun kakaknya, Vino.

Baginya, menemui Vino bukan sekadar merayakan ulang tahun. Tapi juga mencari ruang bernapas dari kekacauan hubungannya dengan Leon dan tekanan pekerjaan di kantor. Tepat s

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Bilur Bulir Bertaut   Kebungkaman Mareeq

    “Kamu tahu di mana rumah Naomi?”Flora mengernyit. “Rumah?” Flora menggeleng. “Aku tahunya Naomi tinggal di apartemenmu.”Jawaban itu membuat Leon menundukkan kepala. Suasana menjadi semakin canggung. Mereka menyadari satu hal di sini. Mereka yang merasa dekat dengan Naomi, tidak ada satu pun yang tahu di mana rumah Naomi. Tidak tahu keluarga Naomi.Tidak lama kemudian, pintu ruangan kembali terbuka. Mareeq datang. Ia langsung melihat Leon.Langkahnya sempat berhenti sepersekian detik. Namun hanya itu. Mareeq tidak menunjukkan reaksi apa pun. Ia berjalan melewati Leon dan Flora seperti biasa.“Pagi.” sapa Flora.“Pagi.” balas Mareeq.Mareeq berlalu dari pandangan mereka. Leon memperhatikannya. Mareeq pasti tahu keberadaan Naomi.“Mareeq.” panggil Leon.Mareeq berhenti. Ia menoleh. “Ya?”“Naomi menghubungimu?” tanya Leon

  • Bilur Bulir Bertaut   Kesalahan dan Kebebasan

    Naomi menatap lantai. Killa bersandar di sandaran kursi melihat sahabatnya itu murung. Dia tidak ingin menyalahkan sahabatnya itu.“Setidaknya dia yang membuat kesalahan.” ujar Killa.Naomi mengangkat wajah. Dia tidak mengerti apa yang dikataka Killa. Kenapa seolah bersyukur Leon selingkuh.Killa melanjutkan dengan gaya ceplas-ceplosnya, “Kalau bukan karena itu, kamu mungkin akan terus terjerat dengannya.”Naomi terdiam. Tepat. Killa mengenalnya cukup baik. Naomi memang bingung bagaimana cara mengakhiri hubungan ini."Segera putus darinya dan jangan mau diajak balikan."Naomi tersenyum kecil. “Aku memang ingin putus.”“Bagus.” Jawaban Killa terlalu cepat sampai Naomi tertawa kecil“Kamu tidak pernah menyukai Leon.”"Aku yang heran sama kamu. Apa yang kamu sukai darinya?"Naomi kembali tertawa. Namun setelah itu Killa menjadi lebih serius.“Ta

  • Bilur Bulir Bertaut   Sahabat

    “Kakak panggil?” tanyanya.“Iya.”Anak-anak lainnya ikut datang. Naomi memandangi wajahnya satu per satu. Dalam sesaat Naomi dikerumuni oleh anak-anak kecil.“Mau es krim?” tanya Naomi.Mata anak-anak langsung berbinar.“Mau!” teriak mereka hampir serempak.Naomi tertawa kecil. Ia kemudian mengeluarkan uang tunai yang baru saja diambilnya dari ATM.“Kakak kasih masing-masing selembar uang.” ujar Naomi mengeluarkan dompetnya.Naomi membuka dompet dan mengeluarkan lembaran uang berwarna biru. Anak-anak langsung terdiam. Mereka saling tatap.“Lima puluh ribu?” suara salah satunya tidak percaya.“Iya.” Naomi membagikan uang itu satu per satu.“Sekarang kalian beli es krim dari kakek yang di sana.” Naomi menunjuk penjual es krim yang tadi diperhatikannya.“Semua harus beli dari kakek itu, ya.”

  • Bilur Bulir Bertaut   Pada Sebuah Taman

    Naomi melanjutkan. “Aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya dengan baik-baik.”Mareeq tidak langsung menjawab. Dia benar-benar mencerna apa yang dikatakan Naomi. Entah kenapa mendengar kata mengakhiri ini membuat Mareeq bahagia. Licik memang, tapi itu yang diinginkan Mareeq.Naomi menatap mangkuk di depannya. "Aku tidak bisa marah dengan perselingkuhan itu. Apa yang kita lakukan bahkan lebih jahat lagi." Ia menarik napas panjang. “Aku juga tidak bisa membenci dia.”Mareeq mendengarkan tanpa menyela.“Aku tidak mencintai Leon seperti seharusnya." Naomi tersenyum pahit. "Selama ini aku bertahan karena aku merasa bersalah."Mareeq tetap diam.“Jadi ketika aku melihat dia bersama Maya kemarin...” Naomi berhenti sebentar. “Aku memang sakit hati.”Matanya mulai berkaca-kaca. “Tapi mungkin itu juga menjadi akhir yang selama ini tidak berani aku buat sendiri.”Mareeq me

  • Bilur Bulir Bertaut   Dua Mangkuk Mie

    Mareeq sesekali memeriksa keranjang sambil memastikan mereka tidak hanya membeli makanan instan. Ketika akhirnya selesai, mereka membawa beberapa kantong belanja menuju kasir.Perjalanan menuju apartemen terasa jauh lebih ringan. Naomi duduk di kursi penumpang sambil memandangi jalanan yang sudah benar-benar gelap. Naomi tersenyum kecil.Sesampainya di apartemen, Naomi membuka pintu. Ruangan sudah jauh lebih lengkap dibandingkan ketika ia pergi meninggalkan ruangan pagi ini. Siska rupanya sudah datang dan mengurus berbagai keperluan.Ada perlengkapan dapur. Beberapa kebutuhan sehari-hari. Barang-barang kamar mandi. Bahkan beberapa perlengkapan kecil yang membuat apartemen itu terasa lebih hidup.Mareeq membawa sebagian kantong belanja masuk. “Ini sudah seperti rumah.”Naomi tersenyum. "Siska melakukan pekerjaannya dengan baik."Setelah semua belanjaan diletakkan di dapur, Naomi mulai mengeluarkan bahan-bahan satu per satu. Mie in

  • Bilur Bulir Bertaut   Dua Kaus yang Sama

    Setelah cukup lama duduk di kafe, Naomi akhirnya berdiri. “Aku masih mau lihat beberapa toko.”Mareeq ikut berdiri. "Aku akan menemanimu."Naomi mengangguk. Mareeq pun mengangkat tas belanjaan, menyisakan beberapa tas yang mudah dibawa oleh Naomi.Mereka berjalan menyusuri beberapa toko pakaian. Kali ini Mareeq tidak hanya mengikuti dari belakang, tetapi berjalan di samping Naomi. Naomi yang sejak tadi memperhatikan Mareeq tiba-tiba berhenti di depan sebuah toko."Haruskah kita ke sana?"Mareeq ikut berhenti.Naomi menunjuk sebuah kaus yang dipajang di bagian depan. Kaus putih polos dengan bahan sederhana. Tidak ada gambar besar atau tulisan mencolok. Hanya sebuah logo kecil yang disulam di bagian dada.Naomi memperhatikan beberapa saat. “Bagus.”Mareeq mengangguk. “Bagus.”Naomi kemudian melihat ukuran yang tersedia. Ia mengambil satu ukuran yang besar. Kemudian mengambil ukuran yang

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

  • Bilur Bulir Bertaut   Semakin Dekat

    Naomi menghampiri teman-temannya, meninggalkan Mareeq sendirian di tempatnya. Ah! Dia lupa untuk berpamitan. Dia pun berbalik.Oh! Dia melihat ke arah Naomi. Naomi menunjukkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala pelan dan bermakna. Sebuah ucapan tak langsung "Aku pergi dulu". Lalu segera berlalu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Awal Pertemuan

    Usai dari kafe. Naomi berpisah dengan kedua rekannya karena ingin ke toilet terdekat. Begitu melewati lorong, Naomi melihat vending mechine berisi produk minuman dari perusahaan. Dia melihat ada beberapa varian baru. Naomi mengamati dengan serius beberapa varian baru itu."Aku suka matcha, tapi baru

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status