Accueil / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Umpan di Balik Izin

Partager

Umpan di Balik Izin

Auteur: NaoMiura
last update Date de publication: 2026-02-19 20:00:57

Hari Selasa ini, atmosfer di sekitar meja kerja Naomi terasa sangat dinamis. Sejak jam pertama kantor dimulai, Naomi sudah memacu jemarinya di atas papan ketik. Fokusnya tidak teralihkan sedikit pun. Ia ingin menyelesaikan seluruh laporan rutinnya sebelum siang, karena hari ini adalah hari ulang tahun kakaknya, Vino.

Baginya, menemui Vino bukan sekadar merayakan ulang tahun. Tapi juga mencari ruang bernapas dari kekacauan hubungannya dengan Leon dan tekanan pekerjaan di kantor. Tepat s

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Bilur Bulir Bertaut   Ami

    Naomi kembali menatap Mareeq. Dia tersenyum mendengarnya. Kebiasaan baru yang tercipta karenanya.Naomi kemudian menghela napas. "Baiklah. Ayo, kita makan!" ajak Naomi.Naomi membuka pintu mobil, diikuti oleh Mareeq. Mereka berjalan beriringan menuju restoran.Seorang pelayan mengarahkan mereka ke meja di sudut ruangan. Naomi duduk lebih dulu, sementara Mareeq mengambil kursi di depannya. Naomi membuka menu.Mareeq menatapnya. “Kau mau makan apa?”Naomi masih melihat daftar makanan. Matanya membelalak ketika melihat salah satu foto menu. Mareeq yang memperhatikan gadis itu bisa menebak apa yang membuatnya tertarik.Mareeq melirik ke arah pandang Naomi. Cheesecake. Dia sudah menduga. Mareeq memang sengaja ingin makan di restoran ini karena ada cheesecake yang katanya enak.Naomi menatap ke arah Mareeq dengan mata berbinar. "Aku mau cheesecake."Mareeq mengangguk. "Baiklah." ujar Mareeq menutup menu. Dia sudah tah

  • Bilur Bulir Bertaut   Kebiasaan Baru

    Mareeq berdiri di sana. Pria itu berdiri bersandar tembok dengan satu tangan masuk ke saku celana. Naomi mengernyit. Sangat terlihat dia sedang menunggunya.“Kamu belum pulang?” tanya Naomi.“Belum.” jawab Mareeq singkat."Kenapa?”Mareeq tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Naomi sejenak. Kemudian tersenyum.“Aku bisa menanyakan hal yang sama.”Naomi mengangkat tasnya sedikit. “Aku sedang menyelesaikan pekerjaan.”“Jam berapa kamu selesai?”Naomi melirik layar ponselnya. “Barusan.”Mareeq mengangguk pelan. Dia berjalan menghampiri Naomi yang masih berdiri di depannya. Wajah gadis itu tampak bingung.“Kamu menungguku?” Pertanyaan itu keluar begitu saja.Mareeq menatapnya. Kemudian, tanpa menjawab, tangan Mareeq tiba-tiba bergerak. Jarinya menggenggam tangan Naomi. Begitu saja.Naomi langsung terdiam. Matany

  • Bilur Bulir Bertaut   Kabar dari Claudia

    “Tinggal peluncuran produk,” kata Claudia.Naomi mengangkat wajah. "Itu bagus."Claudia tersenyum kecil. “Aku selalu memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.” Nada suaranya terdengar sedikit berbeda.Naomi menatapnya sebentar. Claudia melanjutkan, seolah memang sedang menunggu kesempatan untuk menjelaskan lebih banyak.“Aku sudah bicara dengan pihak Gigantic pagi tadi.”Naomi mengangguk pelan.“Mereka bahkan mengatakan koordinasinya berjalan jauh lebih lancar setelah beberapa bagian terakhir ditangani dengan lebih fokus.”Naomi menatap Claudia. “Lebih fokus?”Claudia tersenyum tipis. “Maksudku, proyek sebesar ini memang butuh seseorang yang bisa terus mengikuti perkembangannya dari awal sampai akhir.”Naomi tidak langsung menjawab. Ia tahu maksud kalimat itu. Selama proyek Gigantic berjalan, Naomi memang beberapa kali harus keluar dari alur peker

  • Bilur Bulir Bertaut   Intrusive thoughts

    "Tidak ada." jawab Rahaal. "Kamu hanya terlihat seperti biasanya.""Bagaimana progres proyek dengan Gigantic?" tanya Naomi kemudian."Lancar. Semua sudah selesai dan tinggal produksi. Sebentar lagi peluncuran produk.""Bagus." Naomi menanggapi."Kamu ingin kembali ke proyek itu?" tanya Rahaal."Nggak." jawab Naomi tanpa ragu. "Proyek itu bukan mainan yang aku bisa keluar dan masuk. Jika semua berjalan lancar tanpaku itu bagus.""Kamu juga ambil bagian dalam proyek itu. Masih ada tahap peluncuran produk yang perlu perhatian.""Tetap saja." ujar Naomi. "Claudia pasti lebih bisa diandalkan dalam proyek ini."Naomi menggeleng sambil tertawa karena membayangkan sesuatu."Jika aku masih di proyek itu dan kamu membuatku kesal. Aku akan menyalahkan kakkku dan memerasnya."Ia memandang ke arah langit yang jauh, masih tertawa karena mengingat kejadian yang pernah terjadi. Sebenarnya Naomi memang suka membuat kakaknya

  • Bilur Bulir Bertaut   Rasa Canggung

    “Hai.” sapa Naomi.“Hai.” Suara Maya terdengar pelan.Naomi berdiri beberapa langkah darinya. Suasana di antara mereka langsung terasa canggung. Maya memegang kedua tangannya di depan tubuhnya. Tatapannya beberapa kali terangkat, tetapi segera kembali turun. Naomi tahu kenapa.Gosip tentang Leon dan Maya sudah mulai menyebar. Dan meskipun Naomi tidak pernah secara terbuka membicarakannya kepada siapa pun, Maya pasti tahu bahwa Naomi sudah mengetahui semuanya. Nama Maya pasti juga ikut terseret. Apalagi di sini Maya menjadi orang ketiga.“Aku tidak marah.”Maya mengangkat wajah. Naomi melihat keterkejutan yang jelas di matanya.“Apa?”“Aku tidak marah.” kata Naomi sekali lagi.Maya tampak semakin bingung.“Setidaknya, tidak seperti yang mungkin kau pikirkan.”Maya menggigit bibir bawahnya. "Aku minta maaf."Naomi menghela napas pelan. &l

  • Bilur Bulir Bertaut   Gosip Kantor

    “Kamu ingat Claudia pernah mengalami kecelakaan?" Mareeq mencoba mengingatkan Naomi.Naomi menoleh sepenuhnya ke arahnya. Naomi hanya mengangguk. Ya, Mareeq pernah mengatakannya dulu.“Sudah cukup lama kejadiannya. Dia mengalami masalah di punggungnya.”“Ya,” gumam Naomi. “Kamu pernah mengatakan itu.”“Menurut Claudia, rasa sakitnya mulai semakin parah.”Naomi memandang ke luar jendela. “Jadi itu sebabnya dia cuti?”“Sepertinya begitu.”“Dia perlu periksa?” tanya Naomi.“Dia tidak menjelaskan banyak. Tapi, dia emmang sering mengeluhkan sakit punggung itu.”Naomi kembali menoleh kepadanya. “Dia selalu memberi tahu kamu?”Mareeq tersenyum tipis. “Ya. Aku bertanya apakah dia baik-baik saja. Dia bilang akan menangani semuanya.”Naomi mengangguk pelan. Itu terdengar seperti Claudia. Naomi

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Awal Pertemuan

    Usai dari kafe. Naomi berpisah dengan kedua rekannya karena ingin ke toilet terdekat. Begitu melewati lorong, Naomi melihat vending mechine berisi produk minuman dari perusahaan. Dia melihat ada beberapa varian baru. Naomi mengamati dengan serius beberapa varian baru itu."Aku suka matcha, tapi baru

  • Bilur Bulir Bertaut   Tantangan Pertama

    "Siapa ayah anak itu?"Naomi tidak menatap pria di hadapannya. Dia membuang muka ke arah lain dan menggigit bibirnya sendiri menahan mengatakan sepatah kata pun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sangat bingung. Ini di luar kendalinya."Tolong jawab jujur." Pintanya dengan lembut."Ini anakmu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Semakin Dekat

    Naomi menghampiri teman-temannya, meninggalkan Mareeq sendirian di tempatnya. Ah! Dia lupa untuk berpamitan. Dia pun berbalik.Oh! Dia melihat ke arah Naomi. Naomi menunjukkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala pelan dan bermakna. Sebuah ucapan tak langsung "Aku pergi dulu". Lalu segera berlalu.

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status