Home / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Topeng di Balik Senyum

Share

Topeng di Balik Senyum

Author: NaoMiura
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-24 20:00:07

Udara di sky terrace siang itu terasa sejuk, kontras dengan hiruk-pikuk lantai kantor yang baru saja ditinggalkan Naomi. Ia duduk di salah satu kursi kayu panjang, kedua tangannya melingkari kaleng berisi matcha dingin yang baru saja ia beli dari vending machine.

Pandangannya lurus ke arah langit. Namun pikirannya jelas tidak berada di sana. Ia sedang menimbang-nimbang banyak hal. Revisi kontrak kakaknya, tatapan tajam Rahaal, dan peringatan Claudia tentang kedatangan

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bilur Bulir Bertaut   Dokumen dan Nasi Goreng

    "Sudah." Naomi menggenggam tangan Leon. "Kamu mandi dulu." pintanya.Leon menatapnya. "Aku harus selesaikan ini. Besok harus bertemu klien lagi.""Kamu sudah terlalu lama duduk di sini." Naomi mengambil beberapa lembar dokumen dari hadapannya. "Aku akan bantu."Leon tampak ragu. Naomi tersenyum kecil, meyakinkan kekasihnya bahwa semuanya tidak harus diselesaikan malam ini. Dia tahu Leon sedang bersemangat, tapi tubuhnya butuh istirahat."Pergi mandi. Setelah itu kita lanjutkan." bujuk Naomi.Leon menatap Naomi beberapa detik. Akhirnya ia menyerah. Leon berdiri. Kemudian dia masuk ke kamar mandi.Begitu suara air terdengar, Naomi mulai memperhatikan dokumen-dokumen yang berserakan. Ia membaca satu per satu. Tidak butuh waktu lama sampai Naomi menyadari masalahnya.Bukan pekerjaannya yang terlalu sulit. Dokumen-dokumen itu hanya bercampur. Ada data klien, permintaan revisi, catatan internal, serta dokumen yang sebenarnya sudah sel

  • Bilur Bulir Bertaut   Semangat Leon

    Keesokan harinya, Naomi kembali menjalani rutinitas seperti biasa. Pagi itu, dia baru saja keluar dari ruang meeting ketika melihat dua sosok yang sudah tidak asing lagi. Leon dan Maya.Keduanya berdiri di dekat area lounge kantor sambil melihat beberapa dokumen. beberapa map terbuka di hadapan mereka, sementara beberapa lembar kertas penuh catatan tersebar di atas meja. Dari ekspresi mereka, keduanya terlihat sangat sibuk. Naomi yang awalnya hendak menghampiri akhirnya mengurungkan niat. Ia tidak ingin mengganggu.Naomi baru saja berbalik ketika Leon mengangkat wajah dan melihatnya. Tatapan mereka bertemu. Leon langsung tersenyum."Sayang." panggil Leon dengan lantang.Naomi tersenyum balik. "Hai."Leon menutup mapnya sebentar dan berjalan menghampiri Naomi. Begitu sampai di hadapannya, Leon seperti biasa mencium kening Naomi dengan lembut."Kamu terlihat sibuk." ujar Naomi.Leon mengangguk. "Kami lagi buru-buru. Kliennya mau k

  • Bilur Bulir Bertaut   Kesempatan Berkembang

    "Naomi!" Flora melambaikan tangan. "Sini!"Naomi menghampiri mereka."Punyamu sudah ada di mejamu." ujar Flora dengan semangat.Naomi mengernyit. "Punyaku?""Iya." jawab Flora. "Kamu dapat yang spesial." kekehnya.Naomi berjalan menuju mejanya. Begitu sampai, langkahnya berhenti. Di atas meja terdapat satu paket sushi yang langsung dikenalnya. Sushi kesukaannya. Di sebelahnya ada satu gelas matcha latte dingin. Naomi menatap makanan itu beberapa saat.Flora yang berdiri tidak jauh darinya langsung berkata, "Pesanan khusus. Kesukaan kamu."Naomi melihat sushi di depannya. Ia tahu siapa yang memesannya. Claudia pasti akan menyeragamkan pesanan. Jadi, itu pasti permintaan Mareeq. Entah kenapa, hatinya terasa sedikit hangat.Namun bersamaan dengan itu, ada rasa tidak nyaman yang ikut muncul. Dia harus berterima kasih. Naomi mengambil ponselnya. Ia membuka pesan pribadi dengan Mareeq.Naomi: Terima kasih untuk sushi dan match

  • Bilur Bulir Bertaut   Sushi Spesial

    "Kamu mau ke mana?" tanya Leon."Sky terrace. Mau cari udara."Leon mengangguk.Maya tersenyum kepada Naomi. "Hai.""Hai, Maya."Naomi melihat keduanya bergantian. Kemudian ia tersenyum tipis. "Kalian sudah kembali seperti semula."Maya hanya tersenyum.Leon tertawa kecil. "Bukan begitu." Leon memasukkan satu tangan ke saku celananya. "Kami mendapatkan tugas bersama."Maya mengangguk.Leon menghela napas kecil. "Kliennya agak sulit.""Agak?" Maya tertawa."Oke. Sangat sulit." Leon merevisi.Naomi ikut tersenyum. Mereka benar-benarkembali arab seperti semula."Kami harus banyak koordinasi." Leon kemudian tiba-tiba seperti mengingat sesuatu. "Eh, tapi kamu mungkin tahu klien ini."Naomi mengernyit. "Siapa?"Leon menyebut nama perusahaan tersebut. Lalu menyebut nama salah satu perwakilan proyek ini.Naomi langsung mengangguk. "Oh, aku tahu."Leon terlihat lega. "Syukur

  • Bilur Bulir Bertaut   Kembali Akrab

    "Terima kasih."Namun setelah jeda singkat, Claudia melanjutkan dengan nada yang terdengar lebih ringan."Setidaknya kamu masih punya Leon."Naomi menatapnya."Aku yakin setelah kejadian itu, Leon tidak akan membatalkan rencana pernikahan kalian."Suasana di sekitar mereka terasa sedikit berubah. Naomi terdiam sejenak sebelum menjawab. Claudia tersenyum kecil."Tapi sepertinya tidak, kan?""Claudia...""Kalian sangat serasi."Naomi menarik napas panjang. "Doakan saja yang terbaik."Claudia sedikit mengangkat alis. "Menurutku, setelah apa yang terjadi, justru sekarang Leon seharusnya semakin serius."Naomi menoleh. "Serius?"Claudia tersenyum. "Kalian sudah merencanakan pernikahan, kan? Jangan sampai semuanya berhenti hanya karena satu kejadian."Nada suaranya terdengar prihatin, tetapi ada sesuatu yang menusuk di balik kalimatnya. Naomi merasakan itu."Lagipula, kamu sudah kehilangan ba

  • Bilur Bulir Bertaut   Memulai lagi

    Senin pagi, Naomi kembali ke kantor setelah beberapa hari mengambil cuti. Langkahnya terasa sedikit berat ketika memasuki gedung. Naomi menarik napas panjang. Ia harus kembali menjalani rutinitasnya.Ketika sampai di meja kerja, Flora yang sedang memeriksa beberapa dokumen langsung menoleh. Mata mereka bertemu. Flora terdiam beberapa detik sebelum akhirnya bangkit dari kursinya."Naomi..." Flora berjalan mendekat dan memeluk Naomi.Naomi tersenyum kecil. "Hai."Flora kemudian melepas pelukannya. "Kamu sudah masuk?""Iya."Flora terlihat ragu untuk beberapa saat, seolah tidak yakin apakah ia seharusnya membicarakannya.Akhirnya ia berkata pelan, "Aku... turut sedih, Naomi."Senyum Naomi perlahan menghilang.Flora melanjutkan dengan suara lembut. "Aku benar-benar sedih.""Terima kasih."Flora mendekat dan menyentuh lengan Naomi. "Aku tahu mungkin enggak ada kata-kata yang bisa bikin semuanya jadi lebih baik."

  • Bilur Bulir Bertaut   Awal Pertemuan

    Usai dari kafe. Naomi berpisah dengan kedua rekannya karena ingin ke toilet terdekat. Begitu melewati lorong, Naomi melihat vending mechine berisi produk minuman dari perusahaan. Dia melihat ada beberapa varian baru. Naomi mengamati dengan serius beberapa varian baru itu."Aku suka matcha, tapi baru

  • Bilur Bulir Bertaut   Tantangan Pertama

    "Siapa ayah anak itu?"Naomi tidak menatap pria di hadapannya. Dia membuang muka ke arah lain dan menggigit bibirnya sendiri menahan mengatakan sepatah kata pun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sangat bingung. Ini di luar kendalinya."Tolong jawab jujur." Pintanya dengan lembut."Ini anakmu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Validasi di Sudut Sepi

    Undangan ramah itu muncul lancar dari mulut Naomi. Naomi ingin menunjukkan bahwa jika ada hal yang harus dibicarakan, itu harus dilakukan di tempat terbuka di mana siapa pun bisa melihat. Tidak perlu tempat tersembunyi seperti parkiran lagi. Mareeq mengangguk pelan, tampak sedikit terkejut dengan

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status