ホーム / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Topeng di Balik Senyum

共有

Topeng di Balik Senyum

作者: NaoMiura
last update 公開日: 2026-02-24 20:00:07

Udara di sky terrace siang itu terasa sejuk, kontras dengan hiruk-pikuk lantai kantor yang baru saja ditinggalkan Naomi. Ia duduk di salah satu kursi kayu panjang, kedua tangannya melingkari kaleng berisi matcha dingin yang baru saja ia beli dari vending machine.

Pandangannya lurus ke arah langit. Namun pikirannya jelas tidak berada di sana. Ia sedang menimbang-nimbang banyak hal. Revisi kontrak kakaknya, tatapan tajam Rahaal, dan peringatan Claudia tentang kedatangan

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Bilur Bulir Bertaut   Rasa Canggung

    “Hai.” sapa Naomi.“Hai.” Suara Maya terdengar pelan.Naomi berdiri beberapa langkah darinya. Suasana di antara mereka langsung terasa canggung. Maya memegang kedua tangannya di depan tubuhnya. Tatapannya beberapa kali terangkat, tetapi segera kembali turun. Naomi tahu kenapa.Gosip tentang Leon dan Maya sudah mulai menyebar. Dan meskipun Naomi tidak pernah secara terbuka membicarakannya kepada siapa pun, Maya pasti tahu bahwa Naomi sudah mengetahui semuanya. Nama Maya pasti juga ikut terseret. Apalagi di sini Maya menjadi orang ketiga.“Aku tidak marah.”Maya mengangkat wajah. Naomi melihat keterkejutan yang jelas di matanya.“Apa?”“Aku tidak marah.” kata Naomi sekali lagi.Maya tampak semakin bingung.“Setidaknya, tidak seperti yang mungkin kau pikirkan.”Maya menggigit bibir bawahnya. "Aku minta maaf."Naomi menghela napas pelan. &l

  • Bilur Bulir Bertaut   Gosip Kantor

    “Kamu ingat Claudia pernah mengalami kecelakaan?" Mareeq mencoba mengingatkan Naomi.Naomi menoleh sepenuhnya ke arahnya. Naomi hanya mengangguk. Ya, Mareeq pernah mengatakannya dulu.“Sudah cukup lama kejadiannya. Dia mengalami masalah di punggungnya.”“Ya,” gumam Naomi. “Kamu pernah mengatakan itu.”“Menurut Claudia, rasa sakitnya mulai semakin parah.”Naomi memandang ke luar jendela. “Jadi itu sebabnya dia cuti?”“Sepertinya begitu.”“Dia perlu periksa?” tanya Naomi.“Dia tidak menjelaskan banyak. Tapi, dia emmang sering mengeluhkan sakit punggung itu.”Naomi kembali menoleh kepadanya. “Dia selalu memberi tahu kamu?”Mareeq tersenyum tipis. “Ya. Aku bertanya apakah dia baik-baik saja. Dia bilang akan menangani semuanya.”Naomi mengangguk pelan. Itu terdengar seperti Claudia. Naomi

  • Bilur Bulir Bertaut   Absennya Claudia

    “Kita sudah membicarakan ini.” ujar Naomi.“Aku tahu. Tapi aku tidak bisa begitu saja menyerah.”“Itu risiko atas apa yang kamu lakukan.”Leon tampak terluka. Naomi menyadarinya. Dan untuk sesaat, ada bagian dari dirinya yang merasa tidak nyaman melihat wajah pria yang pernah begitu dekat dengannya itu. Namun rasa tidak nyaman tidak sama dengan keinginan untuk kembali.“Aku masih mencintaimu, Naomi.”Naomi terdiam. Leon sedikit mendekat.“Aku tahu aku menghancurkan semuanya. Aku tahu aku membuat kesalahan yang mungkin tidak bisa kau maafkan sekarang. Tapi beri aku kesempatan.”Naomi menggeleng. “Tidak ada kesempatan.”“Kenapa kamu bahkan tidak mau memberi kesempatan?”Pertanyaan itu membuat Naomi menatapnya lebih tajam. Benar. Kenapa Naomi tidak ingin memberi kesempatan? Mungkin benar kata Kill bahwa kesalahan Leon merupakan hal yang pali

  • Bilur Bulir Bertaut   Usaha Leon

    Claudia menatapnya tanpa berkedip. “Saling menggoda?”Leon mengangguk kecil, terlihat tidak nyaman dengan pengakuannya sendiri.“Awalnya cuma bercanda. Kami bicara, saling menggoda. Lalu waktu itu kami ada di apartemen dan…” Ia menghela napas. “Semuanya terjadi begitu saja.”Claudia tertawa pendek, tetapi sama sekali tidak terdengar lucu.“Di luar kendali?”Leon kembali diam."Aku tidak menyangka Naomi akan pulang hari itu. Biasanya aman.""Biasanya?" selidik Claudia.Jika ada biasanya itu berarti kejadian itu bukan pertama kalinya."Kamu gila, Leon!" maki Claudia yang ikut kesal.Leon menatap Claudia dengan frustrasi."Aku sebenarnya ingin membantumu. Tapi, entahlah jika ternyata kamu segila ini.""Berhentilah jika tidak ingin membantuku. Aku sudah sangat stres."Claudia memandangnya beberapa detik, lalu menghela napas. Dia benar-benar ha

  • Bilur Bulir Bertaut   Kegelisahan Claudia

    Suasana ruangan kembali seperti semula. Beberapa orang mulai kembali fokus ke pekerjaan masing-masing. Meskipun mereka sempat saling pandang.Tidak berapa lama, pintu ruangan kembali terbuka. Naomi secara refleks mengangkat kepala. Mareeq baru datang.Mareeq mengenakan pakaian kerja dan membawa tas di satu tangan. Begitu melangkah masuk, pandangannya langsung menyapu ruangan seperti biasa. Kemudian ia melihat Naomi, membuat langkahnya sedikit melambat.Naomi sudah kembali. Beberapa hari terakhir, kursi itu kosong. Dan pagi ini, perempuan itu akhirnya duduk di sana lagi.Mareeq tidak langsung menghampirinya. Namun senyum kecil muncul di wajahnya. Senyum yang begitu tipis sehingga mungkin tidak semua orang akan menyadarinya.Naomi melihat kedatangannya. Dia membalas senyuman itu. Hanya sebentar. Sederhana. Seolah-olah mereka sedang mengatakan sesuatu tanpa perlu mengucapkannya. Bahwa dirinya baik-baik saja.Mareeq kemudian berjalan menuju ruan

  • Bilur Bulir Bertaut   Putus

    Pada saat yang sama, pintu ruang marketing terbuka. Flora keluar sambil membawa beberapa dokumen. Langkahnya langsung terhenti ketika melihat mereka.Di dalam pancangan Flora, Naomi dan Leon berdiri berhadapan di tengah lorong. Dan dari ekspresi Leon, jelas sekali pria itu sedang memohon sesuatu. Flora mengernyit.“Naomi?”Naomi menoleh ke sumber suara.Flora berjalan mendekat.“Ada apa?” tanya Flora.Naomi menatap Flora. Kemudian ia melirik Leon. Seolah memberi tahu bahwa dia malas menjawab dan meminta jawaban pada Leon saja.“Kalau kamu ingin tahu, tanya dia.” ujar Naomi.Flora melihat Leon. “Apa yang terjadi?”Leon diam.“Leon?” suara Flora terdengar menuntut jawaban.Leon tetap diam.Flora mulai merasa tidak nyaman.Naomi kemudian berkata pelan, “Kalau dia tidak mau bicara, mungkin kamu bisa bertanya pada Maya.”

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

  • Bilur Bulir Bertaut   Semakin Dekat

    Naomi menghampiri teman-temannya, meninggalkan Mareeq sendirian di tempatnya. Ah! Dia lupa untuk berpamitan. Dia pun berbalik.Oh! Dia melihat ke arah Naomi. Naomi menunjukkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala pelan dan bermakna. Sebuah ucapan tak langsung "Aku pergi dulu". Lalu segera berlalu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Tantangan Pertama

    "Siapa ayah anak itu?"Naomi tidak menatap pria di hadapannya. Dia membuang muka ke arah lain dan menggigit bibirnya sendiri menahan mengatakan sepatah kata pun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sangat bingung. Ini di luar kendalinya."Tolong jawab jujur." Pintanya dengan lembut."Ini anakmu.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status