"Perutnya sudah gede banget, ya. Bawa ginian berat nggak sih, Kak?" Anya menatap Jasmine penuh tanda tanya. Jasmine awalnya hanya melongo mendengar penuturan polos Anya. Namun, celetukan itu tak urung membuat Jasmine tertawa hingga matanya berair. "Yang kamu bilang ginian itu adalah bayi, Anya. Sebenarnya nggak berat. Cuma sedikit kewalahan aja," jawab Jasmine sambil mengusap perutnya yang sudah membesar itu. Sore ini galeri tidak terlalu ramai. Sebentar lagi mendekati jam pulang. Kalau saja bukan karena hujan yang sangat deras di luar sana, Anya sebenarnya sudah akan bersiap pulang. Akan tetapi, mengingat hujan yang semakin deras disertai dengan suara gemuruh guntur, Anya pun mengurungkan niatnya. Ia pun memilih menemui Jasmine di ruangan. Lebih tepatnya, Anya sedang penasaran terkait kehamilan. Matanya bahkan berbinar kagum melihat perut Jasmine yang sudah membesar itu. Beberapa bagian wajah Jasmine pun ikut membengkak, terutama bagian hidung. Anya kini sedang duduk di bangku
続きを読む