Suhu masih hangat, sekitar 10-15°, langit dipenuhi cahaya kelap-kelip bintang-bintang. Ribuan lampu kristal menerangi setiap sudut Kremlin, membuat seakan malam itu adalah sebuah simfoni kemewahan yang abadi. Namun, bagi Emilia Vladimir, kemilau itu terasa seperti pedang yang siap jatuh membelah lehernya.Dibalik pilar marmer yang dingin di koridor sayap timur, Emilia berdiri mematung. Napasnya tersengal, telapak tangannya berkeringat dingin hingga ia harus meremas gaun sutra mahalnya untuk menjaga keseimbangan. Telinganya masih berdenging oleh percakapan di dalam Ballroom yang baru saja ia curi dengar."Ivan Li... tertangkap," bisiknya dengan bibir gemetar.Dunia Emilia seakan runtuh. Ivan Li bukan sekadar anggota dewan baginya. pria itu adalah sekutu terkuatnya, pion yang selalu ia dan ibunya gunakan untuk mengamankan posisi mereka di Kremlin. Melihat Ivan diseret keluar oleh para penjaga, di bawah komando dingin Stewart dan Thane, membuat lutut Emilia lemas. Selama ini, ia me
최신 업데이트 : 2026-01-09 더 보기