Pagi di Bantul disambut dengan kokok ayam jantan yang bersahutan dan aroma kayu bakar yang khas dari dapur Bu Rahmi. Jessy terbangun dengan perasaan yang jauh lebih segar. Tidak ada lagi sesak di dada atau waspada yang berlebihan saat mendengar suara pintu terbuka. Di sini, di rumah limasan milik keluarga Brian, ia merasa benar-benar terlindungi oleh alam dan kesederhanaan.Setelah sarapan nasi pecel dan tempe mendoan hangat, Brian sudah siap dengan motor tua namun terawat milik adiknya. Ia mengenakan kaos putih polos yang mencetak jelas otot-otot dadanya yang bidang, kontras dengan kulitnya yang sawo matang terbakar matahari Jogja."Siap jalan-jalan, Tuan Putri? Hari ini rutenya agak jauh, kita mau ke selatan," goda Brian sambil memakaikan helm ke kepala Jessy."Siap, Mas! Tapi beneran ya, jangan ngebut-ngebut. Aku mau nikmatin pemandangan sawahnya," sahut Jessy sambil memeluk pinggang Brian erat saat motor mulai melaju membelah jalanan desa yang asri menuju ke
続きを読む