Pagi di Jakarta Selatan selalu diawali dengan kemacetan yang mengular dan deru klakson yang tak sabar, namun di dalam gerbang rumah Kemang, suasana terasa kontras. Brian sudah rapi dengan kemeja batiknya, siap menuju gedung Kuningan untuk memantau pembersihan sisa-sisa inventaris John. Sementara itu, Jessy tampak masih mengaduk tehnya dengan pandangan kosong di meja makan."Sayang, aku berangkat dulu ya. Mas Arya sudah di kantor sejak jam delapan tadi, katanya ada beberapa vendor interior yang mau presentasi buat galeri yayasan," ucap Brian sambil mengecup kening Jessy.Jessy tersentak dari lamunannya. "Oh... iya, Mas. Hati-hati di jalan ya. Jangan lupa makan siang."Brian menghentikan langkahnya, menatap wajah istrinya dengan seksama. "Kamu beneran nggak apa-apa? Wajahmu pucat banget. Kalau masih lemas, nggak usah ke yayasan dulu hari ini. Istirahat saja sama Kak Sonya di rumah.""Nggak apa-apa kok, Mas. Cuma kurang tidur saja semalam," jawab Jessy sambil memaksakan senyum paling mani
続きを読む