PLOK!Suara kulit yang beradu keras terdengar saat Kaelan mendorong pinggulnya dengan kuat, menghujam dalam-dalam kehangatan Vera yang sudah sangat basah dan ketat.“Ahhh… Kaelan!” Vera berteriak kecil, tangannya mencengkeram sprei sutra hingga urat-uratnya menonjol, sementara kepalanya mendongak ke belakang dengan mata terpejam erat, menikmati setiap inci kenikmatan yang diberikan suaminya.“Tahan sebentar lagi, Baby. Jangan dulu…” bisik Kaelan serak, hembusan napasnya yang panas menerpa telinga Vera, membuat tubuh wanita itu meremang seketika.“Ah Kaelan, emm… engh,” desah Vera tak putus. Suaranya serak, sarat akan gairah yang sudah di ubun-ubun.Kaelan tidak membiarkannya bernapas. Ia mempercepat temponya, membuat suara kulit beradu semakin keras dan cepat.“Hhh… Vera, sempit sekali… akh!” Kaelan mengerang rendah, tangannya meremas buah dada Vera dengan gemas, meninggalkan jejak merah yang panas di sana.Vera tidak tinggal diam. Ia mencengkeram bahu Kaelan yang berotot, menarik pri
Read more