Baling-baling helikopter medis Kiara berputar kencang, mengangkat debu dan kerikil. Timnya—dua paramedis dan satu pria sipil berjas—berdiri tegang di landasan.Di atas hutan, deru helikopter militer Revan terdengar. Itu bukan helikopter sipil biasa. Suaranya berat, lambat, seperti predator yang mengintai. Angin yang dihasilkannya menerpa wajah Aruna."Kita dikepung! Mereka datang!" teriak Aruna ke pria sipil itu. Pria itu menatap Aruna, matanya panik."Nyonya, di mana Bima? Kiara hanya akan bergerak setelah melihat flash drive atau bukti—""Bima ada di hutan! Tapi flash drive Kirana tidak!" potong Aruna. Ia tahu, Bima harus diselamatkan, tapi flash drive adalah alat tawar-menawar utama. "Bukti itu ada di tempat yang hanya aku dan Kiara tahu, dan aku akan merilisnya jika kalian tidak bergerak sekarang!"Pria sipil itu, yang bernama Tono, melihat ke langit. Helikopter Revan mulai turun secara brutal, mendarat sekitar seratus meter dari landasan airstrip, menciptakan awan debu tebal."Me
Last Updated : 2025-12-06 Read more