Perahu penyelamat kecil itu melaju kencang, membelah ombak Selat Malaka yang mulai bergejolak. Aruna mengarahkan perahu itu menjauh dari rute Night Rider menuju Batam, bergerak ke arah utara, menuju lautan terbuka.Dia sendirian. Hanya dirinya, ombak yang berderu, dan flash drive Kirana yang dipegangnya erat-erat.Aruna menatap arlojinya. Sepuluh menit. Itu adalah waktu yang dibutuhkan sinyal flash drive untuk menarik perhatian Revan dan meyakinkannya bahwa ini adalah target utama.Air laut memercik ke wajahnya, terasa pedih di luka bahunya. Aruna harus tetap fokus. Dia menatap cakrawala di belakangnya, mencari tanda-tanda pengejaran.Lima belas menit berlalu. Tidak ada.Aruna mulai ragu. Apakah rencananya gagal? Apakah Revan tidak lagi tertarik pada data A-17?Tiba-tiba, dia mendengar suara yang dia kenali dan benci—suara mesin kapal cepat yang membelah air, semakin dekat dari kejauhan. Bukan kapal patroli militer.Kapal pemburu cepat milik Ares. Dua titik hitam muncul di cakrawala.
Last Updated : 2025-12-10 Read more