“Jadi, ini desain poster finalnya. Apa pendapatmu?”Bastian meletakkan sebuah cetakan poster berukuran besar di atas meja rapat apartemen penthouse. Savita, Dimas, Ami, Bagus, dan tim promosi dari pihak penerbit menatap gambar itu dengan saksama.Empat bulan telah berlalu secepat kilat sejak hari terakhir syuting. Selama waktu itu, saat tim pascaproduksi bekerja siang malam untuk merampungkan film Sangkar Emas.Savita tidak tinggal diam. Dia fokus pada pemulihan fisiknya secara intensif di bawah pengawasan Dimas, mengikuti sesi terapi trauma secara rutin, dan menyusun strategi perang media bersama Bastian.Poster itu terlihat sangat kuat dan provokatif. Di tengah kegelapan pekat, wajah Savita yang memerankan karakter Alana disorot cahaya tunggal yang dramatis, menampilkan ekspresi yang dingin, tegar, namun menyimpan luka.Di belakangnya, samar-samar terlihat siluet seorang pria berjas mahal yang wajahnya tersembunyi sepenuhnya dalam bayangan. Tangan besar siluet itu seolah sedang menc
Read more