Keheningan yang menyusul bagaikan petir yang tak bersuara. Tetapi menyambar isi dada semua orang di dalam ruangan. "NAWANG?!" Suara Pembayun tercekat, hampir seperti bentakan kaget. Ia spontan maju sedikit dari duduknya, matanya melebar tak percaya, bibirnya bergetar. "Apa yang kau... katakan barusan?" Raden Wiraguna yang sedari tadi menunduk kini mendongak keras, napasnya terhenti. Rahangnya mengeras, matanya menegang tajam, seolah mencoba menolak kenyataan yang baru terdengar. Raden Rangga, meski masih duduk dengan lengan terluka, terdiam kaku. Alisnya menyatu, lidahnya kelu, tak tahu apakah ia harus marah, heran, atau... ada sesuatu yang tiba-tiba mengusik dadanya tanpa ia pahami. Raden Mas Jolang membeku, menoleh pelan pada Rangga, seolah menunggu reaksi saudaranya itu. Purbaya kehilangan kata, sekadar melirik Ki Juru dengan tatapan kosong, seolah bertanya dalam hati, "Apa yang baru saja terjadi?" Kedua mata Kanjeng Ratu Waskitajawi tak lepas dari Nawang. Tiba-tiba a
Última actualización : 2026-01-23 Leer más