Sudut Pandang Abigail:Setelah makan, Madam Amara mengejutkanku dengan mengajakku berjalan-jalan di taman. Karena tak punya banyak pilihan, aku setuju, sementara Ryan pamit masuk ke kamarnya."Harus kuakui, aku sangat bahagia karena kamu kembali setelah bertahun-tahun, Abigail," katanya, senyumnya tenang saat kami menyusuri jalur taman yang tertata rapi. "Kamu percaya sama takdir?"Aku tetap diam, mengerti maksudnya yang tersembunyi. Mata rentanya memancarkan kilau penuh arti, memancarkan rasa puas karena pertemuan yang dipaksakan ini."Tahu nggak? Ryan mencoba mencarimu setelah kamu pergi," lanjutnya, suaranya lembut. "Menurutku waktu itu kamu masih terlalu muda, mungkin kewalahan karena tawaranku yang tiba-tiba."Itu membuatku akhirnya menjawab, "Aku menerimanya karena aku pikir pernikahannya bisa dibatalkan. Ryan patah hati karena wanita lain. Aku orang asing. Kenapa dia harus mencariku?""Mungkin karena dia sudah melihat sesuatu dalam dirimu, bahkan sejak saat itu," ujarnya. "Abiga
더 보기