Suasana di klinik Rendra saat itu cukup ramai. Saat sesi berlangsung, Rendra kedatangan klien. Seseorang yang pernah dikenalnya.“Lho, kamu ... Rendra?” tanya wanita itu.“Iya. Kamu …”Rendra mengerjapkan mata, menatap wanita di hadapannya. Jeans, kemeja putih sederhana, rambut sebahu yang diikat asal, dan wajah yang familiar. Sangat familiar.“Kamu ... Widya?” tanyanya tidak percaya.Wanita itu tersenyum lebar. “Astaga, Rendra! Kamu masih inget aku?”Rendra tertawa, berdiri dari kursinya. “Widya, gila! Udah ... berapa tahun ya? Sepuluh tahun?”“Lima belas, Ren. Lima belas tahun kali ya.” Widya tertawa, memeluknya singkat. “Kita lulus SMA bareng, ingat? Terus aku pindah ke Surabaya ikut orang tua.”Rendra mengangguk, masih tidak percaya. “Iya, iya. Lulusan SMA 5. Kamu dulu ketua kelas, anak pinter. Masuk UI, ‘kan?”“UGM, Ren. Aku milih kuliah di Jogja.” Widya
Baca selengkapnya