Share

Bab 303

Penulis: Mita Yoo
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-05 22:00:05

Beberapa hari kemudian, di markas baru Arkha …

Hujan masih turun sejak semalam. Jalanan becek dan gelap. Di sebuah rumah kontrakan sederhana di ujung gang buntu, lampu lantai dua masih menyala. Arkha duduk di depan laptop, memantau berita, sementara Ben terlelap di sofa dengan botol bir kosong di lantai.

Arkha gelisah. Sudah dua hari tidak ada kabar dari orang suruhan mereka. Nina tidak lagi keluar sendirian. Dara sepertinya jarang meninggalkan apartemen.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 306

    Sesi terakhir selesai lebih cepat dari perkiraan. Rendra melirik jam, masih ada waktu sebelum janji pulang. Dia teringat istrinya bilang ingin mencoba kopi dari kafe baru di dekat klinik. Sesuatu tentang menu istimewa mereka yang katanya ‘bikin nagih’.Rendra tersenyum sendiri. Istrinya itu memang pecinta kopi sejati. Sejak mereka program hamil, Dara mengurangi kopi, tetapi sesekali masih boleh. Hari ini bisa jadi hadiah kecil karena seminggu penuh Dara sabar di rumah, mengurus diri dan program mereka.Kafe itu bernama Arte. Outlet kecil tapi estetik. Rendra masuk, mencium aroma biji kopi yang baru digiling. Antrean tidak terlalu panjang. Dia memesan satu large signature blend, dengan less sugar—pesanan Dara selalu begitu.Sambil menunggu, ponselnya bergetar. Pesan masuk dari Widya.[Ren, makasih banget buat sesi tadi. Aku udah ngobrol sama suami, dan dia setuju buat ikut sesi minggu depan. Kamu memang hebat!]Ren

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 305

    Suasana di klinik Rendra saat itu cukup ramai. Saat sesi berlangsung, Rendra kedatangan klien. Seseorang yang pernah dikenalnya.“Lho, kamu ... Rendra?” tanya wanita itu.“Iya. Kamu …”Rendra mengerjapkan mata, menatap wanita di hadapannya. Jeans, kemeja putih sederhana, rambut sebahu yang diikat asal, dan wajah yang familiar. Sangat familiar.“Kamu ... Widya?” tanyanya tidak percaya.Wanita itu tersenyum lebar. “Astaga, Rendra! Kamu masih inget aku?”Rendra tertawa, berdiri dari kursinya. “Widya, gila! Udah ... berapa tahun ya? Sepuluh tahun?”“Lima belas, Ren. Lima belas tahun kali ya.” Widya tertawa, memeluknya singkat. “Kita lulus SMA bareng, ingat? Terus aku pindah ke Surabaya ikut orang tua.”Rendra mengangguk, masih tidak percaya. “Iya, iya. Lulusan SMA 5. Kamu dulu ketua kelas, anak pinter. Masuk UI, ‘kan?”“UGM, Ren. Aku milih kuliah di Jogja.” Widya

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 304

    Satu pekan kemudian ….Di kejaksaan negeri, Samuel duduk di ruang kerjanya. Dia membaca berkas dakwaan yang sudah siap dilimpahkan ke pengadilan. Kasus Arkha dan Ben kali ini lebih kuat. Ada bukti transfer, ada saksi, ada rekaman CCTV, dan yang paling penting ada pengakuan dari preman bayaran yang mereka tangkap.“Ini dia. Semuanya akan memberatkan mereka di pengadilan nanti,” gumam Samuel puas.Pintu terbuka. Rendra masuk dengan senyum.“Gimana, Sam?”Samuel menunjukkan berkas itu. “Semuanya siap. Dakwaan berlapis. Pemerasan, pencemaran nama baik, penguntitan, dan konspirasi. Minimal 5 tahun, maksimal 10 tahun.”Rendra menghela napas lega. “Bagus.”“Mereka juga terancam tuntutan tambahan kalau terbukti menyuap pegawai bank.” Samuel tersenyum. “Ben sudah mulai bicara. Takut hukumannya berat.”Rendra mengangkat alis. “Ben mau jadi saksi?”“Lagi dirundingkan pe

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 303

    Beberapa hari kemudian, di markas baru Arkha …Hujan masih turun sejak semalam. Jalanan becek dan gelap. Di sebuah rumah kontrakan sederhana di ujung gang buntu, lampu lantai dua masih menyala. Arkha duduk di depan laptop, memantau berita, sementara Ben terlelap di sofa dengan botol bir kosong di lantai.Arkha gelisah. Sudah dua hari tidak ada kabar dari orang suruhan mereka. Nina tidak lagi keluar sendirian. Dara sepertinya jarang meninggalkan apartemen.Semua menjadi terlalu sunyi. Terlalu tenang.“Ben,” panggilnya, membangunkan rekannya.Ben menggeliat malas. “Apa?”“Aku nggak suka ini. Mereka diem banget.”Ben duduk, mengusap wajahnya. “Mungkin mereka takut.”“Atau mungkin mereka sedang menyusun sesuatu. Rencana lain untuk menjatuhkan kita.”Ben tertawa kecil. “Kamu terlalu paranoid.”Arkha menatapnya tajam. “Kamu lupa pesan-pesan itu? Merek

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 302

    Di Rest Area KM 26 area tol, Nina memarkir mobilnya di area yang ramai. Beberapa truk parkir, ada kafe 24 jam dengan lampu terang. Dia turun dengan cepat dari mobil lalu berlari masuk ke dalam kafe.Di belakangnya, mobil hitam itu melambat, tetapi pengemudinya tidak masuk. Hanya berhenti di pinggir jalan, mematung.Nina duduk di sudut kafe, memesan kopi hanya untuk alasan menunda orang yang mengikutinya itu. Matanya terus mengawasi ke luar jendela. Mobil hitam itu masih di sana, seperti predator yang menunggu.Ponselnya berdering. Irvan.“Sayang, kamu di mana?” tanyanya.“Kafe di Rest area KM 26, Mas. Mobil hitam yang ngikutin aku masih di luar.”“Aku sampai sepuluh menit lagi. Tetap di dalam Kafe. Jangan keluar.”“Iya, Mas.”Nina mematikan telepon, lalu kembali menatap ke luar. Pria bertubuh besar itu kini berdiri di samping mobil, merokok, sesekali melirik ke arah kafe.

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 301

    Sore itu, Arkha duduk dengan laptop, memantau ponselnya. Tidak ada reaksi dari Dara. Tidak ada telepon marah dari Rendra. Tidak ada apa-apa. “Kenapa nggak ada reaksi apa pun?” gumamnya kesal. Ben datang dengan dua cangkir kopi di tangannya. “Belum ada kabar?" “Nggak ada. Udah tiga jam.” Ben mengerutkan kening. “Aneh. Harusnya mereka udah bereaksi.” “Mungkin mereka buang bunganya?” Arkha menduganya. “Mungkin.” Ben duduk di kursi sisinya. “Tapi foto itu? Pasti itu bakalan menyentuh Dara.” Arkha menghela napas. “Atau mungkin ... mereka memang udah kuat.” Ben menatapnya. “Kamu nyerah?” “Bukan nyerah. Tapi …” Arkha menggeleng. “Aku jadi mulai ragu, Ben. Mungkin Dara beneran udah move on.” Ben diam. Lalu ia berkata, “Kalau gitu, kita naikkan level serangan.” Arkha menoleh.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status