Aula Pesta — Satu Jam Setelah Resepsi Pernikahan Irvan …Suasana pesta yang tadi meriah kini sunyi. Para tamu sudah pulang, katering membereskan sisa-sisa hidangan, dan lampu-lampu mulai diredupkan. Di sudut ruangan, Samuel masih duduk dengan beberapa botol kosong di depannya. Wajahnya merah, matanya sayu, senyumnya mengambang.“Sam, lo yakin nggak apa-apa?” tanya Rendra yang terakhir kali pamit.Samuel melambai. “Tenang, Ren. Aku ... aku bakal pulang ... bentar lagi. Aku mau menikmati ... pemandangan dulu.”Rendra menghela napas. “Oke, hati-hati. Telepon kalau butuh aku jemput.”Samuel mengangguk, lalu kembali menyesap minuman terakhirnya. Rendra dan Dara pergi, meninggalkannya sendiri di aula yang mulai sepi.Samuel tertidur di kursi, tidak sadar bahwa di balik pilar, seseorang merekam semua itu.Di balik pilar itu, berdiri Arkha.Dia menyembunyikan ponselnya, tersenyum puas. Rekaman Samuel yang mabuk, terhuyung-huyung, dan hampir tidak sadarkan diri, semuanya terekam jelas.“Bagus,
Read more