Terdengar suara dua tembakan lagi, tapi kali ini bukan dari Arkha. Samuel dan timnya muncul dari berbagai arah, senjata terarah. Arkha terkejut, refleks melepaskan Dara dan berlindung di balik tiang.Dara jatuh, tapi Rendra segera berlari meraihnya, menariknya ke tempat aman.“Kamu ngga apa-apa, Sayang?” tanyanya panik.Dara menggeleng, menangis. “Aku takut, Bi …”“Udah, udah. Aku di sini.”Samuel berteriak, "Arkha! Menyerahlah! Tidak ada jalan keluar!"Arkha mengamati sekeliling. Polisi di mana-mana. Dia terkepung kali ini.Namun dia tidak akan menyerah.Arkha keluar dari persembunyian, pistol masih di tangan. “Jangan mendekat! Aku akan—”DOR!Sebuah tembakan dari arah berbeda. Bukan dari polisi. Arkha terhuyung, memegangi dadanya. Ia menoleh, melihat Jago berdiri dengan pistol berasap.“Maaf, Bos,” kata Jago datar. “Aku pilih sel
Read more