Dimensi kecil itu kembali sunyi. Nathan berdiri dengan mata terpejam. Napasnya teratur. Kesadarannya perlahan menyebar, mencoba memahami aliran energi di sekitarnya. Namun… berbeda dari sebelumnya, kali ini ia tidak memaksakan diri. Ia hanya merasakan. Mengamati. Dan menerima. Beberapa saat berlalu. Nathan membuka matanya perlahan. Tatapannya lebih tenang. Namun masih ada kebingungan tipis di dalamnya. “Aku masih belum stabil…” gumamnya pelan. “Memang tidak akan stabil dalam waktu singkat.” Suara santai itu langsung menjawab. Santo Kuno Kesadaran duduk di kejauhan, seperti biasa, dengan kendi di tangannya. Ia bahkan tidak melihat ke arah Nathan. Seolah semua ini sudah jelas baginya. “Kesadaran itu seperti air,” lanjutnya. “Jika kau mencoba menggenggamnya… ia akan hilang.” Nathan menghela napas pelan. Ia mengerti maksudnya. Namun memahami… dan menguasai… adalah dua hal yang berbeda. “Bagus.” Tiba-tiba... suara baru terdengar. Namun berbeda dari sebelumnya. L
Baca selengkapnya